Sumber Sampah di Kali Jambe Bekasi Berasal dari TPS Liar yang Dikelola Warga
"Ada TPS liar, sama warga sana dikelola, persis di pinggir kali posisinya, dari situ sampah ngalir kebawa ke sampai numpuk di sini," kata Marsad
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN SELATAN - Penampakan Kali Jambe di Desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi dipenuhi sampah sepanjang kurang lebih 500 meter. Sampah-sampah tersebut rupanya berasal dari tempat pembuangan sampah (TPS) liar yang ada di bantaran kali.
Marsad (41) yang bermukim di RT04/04 dekat lokasi tumpukan sampah Kali Jambe mengatakan, terdapat TPS liar yang telaknya tidak jauh dari titik penumpukan sampah. Karena tidak dikelola dengan baik, sampah yang dikumpulkan tercecer hingga menyentuh bibir sungai dan terseret arus hingga ke hilir.
"Ada TPS liar, sama warga sana dikelola, persis di pinggir kali posisinya, dari situ sampah ngalir kebawa ke sampai numpuk di sini," kata Marsad, Kamis (5/9/2019).
Berdasarkan informasi tersebut, TribunJakarta.com mencoba menelusuri keberadaan TPS liar yang dimaksud warga. Lokasinya menang tidak jauh dari titik tumpukan sampah, TPS liar itu berada di tepat bantaran, tak ada sekat pembatas yang menutupi agar sampah tidak mencemari air kali.
Lokasi TPS liar ini bercampur dengan kawasan kumuh penghuni bantaran kali, terdapat rumah-rumah yang setiap hari bekerja mengis rezeki dari sisa limbah rumah tangga tak terpakai. Terdapat pula sejumlah gerobak sampah di sekitar TPS liar yang digunakan untuk mengangkut sampah dari kawasan perumhan di sekitarnya.
TPS liar ini rupanya kelola oleh keluarga Satori (85), warga yang sudah puluhan tahun bermukim di bataran Kali Jambe Tambun. Dia bersama anak mantunya setiap hari mengangkut sampah dari sejumlah perumahan dan dikumpulkan di dekat tempat tinggalnya.
Anak bungsunya ketika dijumpai mengatakan, ia dan keluarga hanya bekerja mencari rezeki dengan memanfaatkan sampah-sampah ini untuk dipilah. Barang-barang plastik yang masih memiliki nilai jual dikumpulkan untuk dijual kembali.
Sementara untuk sampah yang tidak lagi memiliki nilai ekonomis, oleh mereka dibakar. Terkait tumpukan sampah di Kali Jambe, mereka membantah kalau sampah itu berasal dari lokasi tempat mereka mengais rezeki.
• Begini Reaksi Boy Willam saat Barbie Kumalasari Klaim Suaranya Bagus dan Punya Karakter Jazz
• Identitas Mayat Pria Berkaos Merah di Kebun Kosong Cimanggis Depok Masih Misterius
• Di Apartemen Kalibata, Aulia Sempat Ngopi Bareng 2 Pembunuh Bayaran Sewaannya
Padahal, jika dilihat dengan seksama, sampah di lokasi mereka memang sudah menyentuh permukaan air dan memenuhi dinding kali.
"Setiap hari kita bakarin sampahnya, kalau yang masuk ke kali sama kita juga diangkutin di keatasin lagi, kalau yang numpuk itumah bukan dari sini," kata anak bungsu Satori.
Usaha pengelolaan sampah ilegal ini merupakan mata pencaharian utama keluarga Satori. Mereka mendapatkan pundi-pundi dari upah mengambil sampah di sejumlah perumahan dan mengumpulkan limbah plastik.
"Ya dari sini aja penghasilan anak-anak mantunya, ada 9 orang anaknya bapak, selama ini kita udah dikasi izin sama yang pengelola kali, kalau ini di tutup kita mau cari kerja apa lagi," jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/lokasi-tps-liar-di-bantaran-kali-jambe-yang-menjadi-sumber-tumpukan-sampah-di-kali-tersebut.jpg)