Cerita 2 Lansia Kakak Beradik Tinggal di Rumah Berpagar Anyaman Bambu Bareng Kambing
Dua lansia asal Karawang tinggal sehari-hari bersama kambing di dalam satu rumah yang berpagar anyaman bambu.
Ada bau kotoran kambing yang menyengat.
Sementara, ruangan dalam untuk tidur mereka berdua.
Ruang tidur terdapat dua dipan, satu untuk tidur Uka dan satu untuk tidur Icih.
Tak ada pintu antara ruang untuk kambing dan ruang tidur.
"Kalau tidur ya begini saja, enggak pakai kasur, kadang-kadang kambing juga masuk ke dalam (ruang tidur)," kata Icih.
Rumah yang mereka tempati itu juga tak layak, karena bilik bambu rumah itu sudah jebol.
Untuk memasak pun harus di luar rumah untuk menghindari kebakaran.
"Kalau memasak di depan," kata dia.
Awalnya, rumah mereka ada dua.
Satu untuk Icih dan satu untuk Uka.
Namun, mereka memilih tinggal berdua di rumah belakang, rumah yang saat ini mereka tempati.
Meski keadaan mereka kurang layak,
Icih menyebut, ia dan kakaknya tak pernah mendapat bantuan beras, bantuan program keluarga harapan (PKH), dan bantuan lain dari pemerintah.
"Enggak ada bantuan dari pemerintah," kata Icih.
Meski demikian, ia mengaku ada beberapa warga yang berbaik hati mengulurkan tangan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/lansia-tinggal-di-rumah-bareng-kambing.jpg)