Tak Ada Jembatan Penghubung Kampung Akuarium-Luar Batang, Warga Terpaksa Nyebrang di Atas Tanggul

Beton itu kini rutin dipakai untuk kepentingan anak sekolah ataupun peziarah menyeberang ke Masjid Keramat Luar Batang.

Tak Ada Jembatan Penghubung Kampung Akuarium-Luar Batang, Warga Terpaksa Nyebrang di Atas Tanggul
TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Lokasi yang rencananya dibangun jembatan penghubung Kampung Akuarium dan Kampung Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (8/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Warga mesti berjalan di atas tanggul laut untuk menyeberang dari Kampung Akuarium ke Luar Batang, begitupun sebaliknya.

Hal tersebut terpaksa dilakukan karena belum adanya jembatan untuk menghubungkan dua permukiman tersebut.

Teddy Kusnendy (60), tokoh masyarakat Kampung Akuarium, mengatakan tanggul tersebut bukanlah bagian dari jembatan yang rencananya akan dibangun Pemkot Jakarta Utara dalam waktu dekat.

"Itu sebenarnya bukan bagian dari jembatan, itu adalah tanggul. Cuma kami masyarakat meminta kepada pembangun tanggul saat itu dibuatkan sedikit saja dari tanggul itu," kata Teddy saat ditemui, Minggu (8/9/2019).

Pada bagian belakang tanggul itu pun akhirnya dibangun beton yang melintang untuk warga menyeberang.

Beton itu kini rutin dipakai untuk kepentingan anak sekolah ataupun peziarah menyeberang ke Masjid Keramat Luar Batang.

Meski demikian, Teddy menilai akses lewat tanggul cenderung kurang aman. Sebab, tak ada pagar pengaman di kedua sisi beton tanggul tersebut.

"Kalau lewat tanggul itu kan juga tidak terlalu aman, bisa nyemplung ke sungai karena memang tidak ada pagar pengaman samping kanan-kirinya. Dan juga pernah ada anak-anak yang jatuh," kata Teddy.

Teddy menambahkan, sebenarnya ada alternatif lain untuk menyeberang dari Kampung Akuarium ke Luar Batang atau sebaliknya.

Susi Pudjiastuti dan Anies Baswedan Hadiri Konser Akbar Monas 2019

Simon McMenemy Merasa Gugup Jelang Timnas Indonesia Hadapi Thailand

Alternatif pertama yakni menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat lewat Jalan Pakin hingga ke Jalan Gedong Panjang. Namun, jalur ini jaraknya sekitar 3 kilometer.

Sementara alternatif kedua yakni dengan menggunakan perahu eretan. Akan tetapi, kendalanya ada pada anak-anak sekolah yang enggan mengeluarkan Rp 2 ribu rupiah untuk menyeberang.

Adapun lokasi jembatan itu berada di belakang musala Kampung Akuarium. Jembatan tersebut nantinya akan melintang di atas saluran air menuju lautan dengan lebar 12 meter.

Menurut Teddy, jembatan besi sebelumnya pernah ada di lokasi tersebut. Namun, jembatan dirobohkan seiring penggusuran Kampung Akuarium pada 2016 lalu.

Setelah jembatan lama lenyap, akses warga menuju ke Luar Batang harus dengan menggunakan eretan ataupun lewat jalan raya dengan jarak sekitar 3 kilometer.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved