Sekcam Cipayung Nilai Jak Lingko Belum Optimal di Kawasannya

Dia mengatakan di jalur tersebut banyak sekolah termasuk SMAN MH Thamrin, SMKN 51, 58 dan 24. Ada juga Puskesmas Kecamatan Cipayung.

Sekcam Cipayung Nilai Jak Lingko Belum Optimal di Kawasannya
TribunJakarta/Nur Indah Farrah Audina
Sekcam Cipayung, Wawa Kartiwa (kiri) dan Kepala Seksi Angkutan Jalan Sudin Perhubungan Jakarta Timur Umbul Gunawan (kanan), Selasa (10/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Sekretaris Camat Cipayung Wawa Kartiwa nilai Jak Lingko belum optimal di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Sosialisasi program Jak Lingko ke-5 digelar hari ini, Selasa (10/9/2019) di Kantor Kecamatan Cipayung, Jalan Bina Marga, Jakarta Timur.

Masih rendahnya presentase penggunaan kendaraan umum, mahalnya biaya angkutan umum untuk warga kelas menengah di Jakarta, mode share angkutan umum yang semakin rendah akibat pelayanan angkutan umum yang buruk dan tidak terintegritasi dengan baik membuat sosialisasi ini gencar dilakukan.

Melalui sosialisasi, perwakilan warga perkelurahan diharapkan dapat mengajak yang lainnya untuk ikut beralih ke angkutan umum dan berdiskusi terkait program ini.

Saat sosialisasi, perwakilan Kecamatan ini ikut menanyakan soal Jak Lingko yang belum melintas di Jalan Bambu Hitam, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Dia mengatakan di jalur tersebut banyak sekolah termasuk SMAN MH Thamrin, SMKN 51, 58 dan 24. Ada juga Puskesmas Kecamatan Cipayung.

"Kalau Jak Lingko yang saya tau masih kurang. Seperti saya kemukakan di Jalan Bambu Hitam ada SMK dan lainnya, tolong kiranya menuntaskan untuk transportasi di sana," jelasnya di lokasi, Selasa (10/9/2019).

Ia juga mengeluhkan kurangnya armada Jak Lingko yang melintasi fasilitas Rumah Sakit (RS) yang ada di Jalan Mini, Bambu Apus.

"Di Jalan Mini itu ada RSUD Cipayung. Saya jarang sekali lihat ada Jak Lingko lewat sana. Jadi Jak Lingko ini belum maksimal namun sangat membantu. Karena tidak dikenakan biaya. Sebab soal penghematan biaya pasti membantu," sambungnya.

Gulung Lengan Baju, Wali Kota Airin Ikut Donor Darah Serentak Se-Banten

Jokowi Bangun Istana Presiden di Papua Tahun Depan dan Buka Lowongan Kementerian untuk Sarjana Papua

Sementara itu, ketua LMK Kelurahan Pondok Rangon Ngadiman juga ikut meminta agar di kawasan Pondok Rangon segera terintegritas oleh Jak Lingko.

"Bukan di Bambu Apus aja. Di Pondok Rangon juga belum ada Jak Lingko. Disitu juga banyak sekolah tapi enggak kesentuh Jak Lingko. Mohon diperhatikan soal Jak Lingko, terutama untuk kerja samanya," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) mengatakan usulan akan ditampung dan dikordinasikan.

Sebab beberapa Jak Lingko di sejumlah wilayah akan di launching seperti di kawasan Pondok Rangon.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved