Tetangga Pembuang Bayi di Cisauk: Kita Minta Anak, Dia Malah Dibuang
Mariyani, tak kuasa menahan umpatan seraya mengelus dada ketika melihat langsung jasad bayi yang dibuang di samping rumahnya Perumahan Suradita.
Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir
TRIBUNJAKARTA.COM, CISAUK - Mariyani, tak kuasa menahan umpatan seraya mengelus dada ketika melihat langsung jasad bayi yang dibuang di samping rumahnya Perumahan Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang.
Diberitakan TribunJakarta.com sebelumnya, mayat bayi itu ditemukan pada pagi hari sekira pukul 06.00 WIB, Senin (9/9/2019).
Mariyani dan ibunya, Misliati adalah dua orang saksi utama penemuan bayi itu.
Terlebih saat ditemukan, kondisi tangan dan kakinya putus telepas dari bagian tubuhnya.
Ibu dari bayi itu sudah diketahui dan ditahan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Tangsel.
Ia adalah RF (20) yang tidak lain tetangga dari Mariyani sendiri.
Ditemui di lokasi kejadian, Mariyani mengaku kesal dengan perbuatan tetangganya itu.
Mariyani sudah menikah selama 20 tahun namun baru memiliki satu anak.
Ia sudah lama memimpikan anak ke dua.
"Kita mah minta anak, dia malah dibuang," ukar Mariyani.
"Saya nikah sudah 20 tahun baru punya satu anak, belum ada kakaknya," tambahnya.
Mariyani mengaku mau merawat sang bayi bila tetangganya memintanya.
"Kalau bilang, saya mau itu ngerawatin," ujarnya.
Kaki dan Tangan Mayat Bayi yang Ditemukan di Cisauk, Putus: Diduga Karena Hewan Liar
Mayat bayi malang ditemukan warga di Bilangan Perumahan Suradita, Cisauk Kabupaten Tangerang.
Mayat bayi yang dibuang ibunya ini dalam kondisi yang tidak utuh.
Bagain kaki dan tangan kanan terpisah dari tubuhnya.
Warga sekitar, Miliasti, saksi yang menemukan pertama, mayat bayi itu, mengatakan, posisi tangan dan kaki kanan terpisah sekira satu meter dari tubuhnya.
Ia menduga potongan tangan dan kaki itu tercecar karena diacak-acak oleh hewan liar.
"Sudah diacak apa itu sama kucing, sama anjing, sama apa itu," ujar Miliasti di dekat lokasi pembuangan bayi, Selasa (10/9/2019).
Miliasti menceritakan, saat itu dia hendak menjemur pakaian sekira pukul 06.00 WIB, Senin (10/9/2019).
Ia kaget karena melihat mayat bayi itu, terlebih kondisinya yang tidak utuh.
Kapolsek Cisauk, AKP Fredy Yudha, selepas olah tempat kejadian perkara, menambahkan, saat itu posisi mayat bayi terkubur sekitar 10 sentimeter.
Mulanya, jasad mayat itu terkubur dalam plastik hitam.
"Mungkin awalnya tanahnya itu berusaha digali tapi tidak sampai dalam sehingga tidak tertutup maksimal," ujarnya.
Sampai saat ini, jasad mayat bayi itu masih di RSUD Tangerang.
Setelah pihak keluarga mendatangi Polsek Cisauk untuk memberikan informasi terkait pembuang bayi itu, sang ibu, RF (20) diamankan di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Tangsel.
Datangi Polsek Cisauk, Keluarga Akui Jasad Bayi Dalam Kantong Plastik Hasil Menggugurkan Kandungan

Keluarga dari ibu yang membuat jasad bayi di bilangan Perumahan Serpong Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang, menyerahkan diri ke Polsek Cisauk pada Senin malam (9/9/2019).
Diberitakan sebelumnya, warga perumahan Suradita dibuat geger oleh penemuan mayat bayi dalam kantong plastik.
Warga yang panik menemukannya, langsung melapor ke ketua RT setempat dan dilanjutkan ke Polsek Cisauk.
"Keluarganya ke Polsek, diteruskan ke Kanit PPA Polres Tangsel," ujar Kapolsek Cisauk, AKP Fredy Yudha, saat ditemui di lokasi pembuangan bayi di bilangan perumahan Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang, Selasa (10/9/2019).
Fredy mengatakan, kedatangan keluarga diperkirakan pukul 22.00 WIB.
Puhak keluarga itu mengakui kalau bayi yang dibuang adalah hasil dari digugurkan saat dalam kandungan.
"Sekitar jam 10 malam ya dari keluarga ada yang memberi informasi kalau saudaranya ada yang menggugurkan kandungan dan mengakui kalau itu anaknya," ujarnya.
Fredy mengungkapkan, identitas sang ibu dari bayi malang itu berinisial RF, usianya baru 20 tahun.
Diduga, bayi tersebut hasil hubungan gelap dan melalui proses aborsi.
"Dugaan sementara hasil aborsi," jelasnya.
Jasad Bayi Dalam Kantong Plastik di Cisauk Diduga Hasil Aborsi

Penemuan jasad bayi di bilangan perumahan Serpong Suradita, Cisaul Kabupaten Tangerang, kondisinya memprihatinkan, Senin (9/9/2019).
Setelah ditemukan warga setempat terbungkus dalam kantong plastik hitam, setelah dibuka, yernyata kondisinya sudah tidak utuh.
Bagian tangan dan kaki kanannya terlepas dari badan.
Bayi tersebut diperkirakan hasil aborsi, sebab organ tubuhnya sudah lengkap namun masih sangat kecil.
"Sudah berbulan-bulan itu dalam kandungan. Beratnya cuma satu kilo," ujar Kapolsek Cisauk, AKP Fredy Yudha saat dihubungi TribunJakarta.com.
Namun hal itu masih dugaan karena pihaknya belum mendapat keterangan hasil visum mayat bayi tersebut.
"Ya bisa saja aborsi, karena kan sulit juga kondisi jasadnya seperti itu," ujarnya.
Saat ini mayat bayi malang itu sudah dibawa ke RSUD Tangerang Kota untuk divisum.
"Jenazah bayi sudah kita bawa ke RSUD Tangerang Kota. Kita belum mendapatkan hasil visumnya," ujarnya.
Jasad Bayi Perempuan di Kantong Plastik Gegerkan Warga Serpong Suradita

Warga Perumahan Serpong Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang, digegerkan dengan penemuan sesosok jasad bayi, Senin (9/9/2019).
Berdasarkan keterangan Kapolsek Cisauk, AKP Fredy Yudha, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diduga dibuang menggunakan kantong plastik.
Warga menemukannya di pelataran rumah kosong sekira pukul 06.00 WIB.
"Dugaan awal setelah olah TKP bayi dibuang menggunakan kantong plastik hitam," terang Fredy saat dihubungi TribunJakarta.com.
Pada hari-hari sebelumnya, tidak ada yang mencurigakan dari pelataran rumah yang memang kosong itu.
"Sebelumnya enggak ada apa-apa, cuma pas subuh pagi tadi sekitar jam enaman, warga ada yang menemukan," ujarnya.
Saat ini, jenazah bayi itu sudah dibawa ke RSU Tangerang kota untuk divisum.
• Para Disabilitas Kritik Fasilitas di Stasiun Tanjung Priok: Kita Harus Angkat-angkat Kursi Roda
• Dinkes Depok Sebut Kasus Pasien Terima Obat Kadaluwarsa Karena Salah Ambil Obat
• Antisipasi Genangan, Terminal Kalideres Buat 144 Lubang Resapan Biopori
• Uang Rp 1,8 Miliar Milik Pemprov Sumatera Utara Raib di Dalam Mobil, Ini Tanggapan Gubernur Edy
Fredy mengatakan belum bisa mengidentifikasi usianya karena belum mendapat keterangan dari rumah sakit.
"Jenazah bayi sudah kita bawa ke RSUD Tangerang Kota. Kita belum mendapatkan hasil visumnya," ujarnya.
Ia juga mengatakan, ada kemungkinan jasad bayi itu hasil aborsi atau dibuang setelah dilahirkan.
"Ya bisa saja aborsi, karena kan sulit juga kondisi jasadnya seperti itu," ujarnya.
Pihak kepolisian masih terus menyelidiki dan menggali keterangan saksi.