Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Materai Palsu yang Dijual Lewat Online Shop

Argo menyebut pemilik akun yang menjual materai palsu itu yakni tersangka C yang berperan mengiklankan materai palsu tersebut. Ia saat ini masih buron

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ungkap Materai Palsu yang Dijual Lewat Online Shop
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Konferensi pers di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Polres Pelabuhan Tanjung Priok mengungkap penjualan materai palsu yang dipasarkan lewat toko online.

Satu orang tersangka berinisial R diamankan dalam kasus ini.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menuturkan, pengungkapan kasus ini berawal dari aktivitas cyber crime Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

Setelah melakukan patroli cyber crime, anggota Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok menemukan akun mencurigakan di Shopee dengan nama Chandra_shiregar.

"Kita kembangkan, dan kita temukan tersangka R. Dia ditangkap dari penemuan materai, R banyak sekali materai di daerah Depok," ujar Argo di Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/9/2019).

Argo Yuwono menyebut pemilik akun yang menjual materai palsu itu yakni tersangka C yang berperan mengiklankan materai palsu tersebut. Ia saat ini masih buron.

Sementara R berperan sebagai penjual sekaligus distributor materai palsu.

Adapun materai palsu yang ua jajakan meliputi pecahan Rp 3.000 dan Rp 6.000.

"Ada beberapa yang disimpen di rumah. Kalau orang pesan di Shopee, R yang bawa barangnya. Tapi setelah R didalami, diperiksa, dia itu bukan pembuat," katanya.
Bjual.

Sementara itu, menurut Argo, pelaku pembuat ternyata sudah lebih dulu diamankan oleh Polres Metro Jakarta Selatan.

Penyidik rencananya akan memintai keterangan pelaku pembuat pelaku tersebut.

"Pelaku ternyata udah ditangkap di Polres Metro Jakarta Selatan. Sudah ditangkap dan sudah di Polres. Untuk penjual di toko online masih dalam pencarian," jelasnya.

Akibat perbuatannya, R dijerat pasal 13 UU RI nomor 13 tahun 1985 57 KUHP tentang Bea Materai subsider pasal 235 KUHP atau 257 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved