Mahasiswi S2 ITB Korban Kecelakaan Tol Cipularang Sempat Baca Pesan Whatsapp Ayahnya

Selain tak sesuai jadwal bimbingan, mahasiswi jurusan School of Business and Management (SBM) itu biasanya selalu memberi kabar bila hendak ke Jakarta

Penulis: Bima Putra | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Bima Putra
Peti jenazah Khansa Athira (23) di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/9/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Ermasnyah (53) tak menyangka anak pertamanya, Khansa Athira (23) yang tercatat mahasiswi Pascasarjana Institut Teknologi Bandung (ITB) jadi korban kecelakaan Tol Cipularang KM 91.

Pasalnya Khansa dijadwalkan menemui dosen pembimbing untuk keperluan Tesisnya di Jakarta pada Kamis (12/9/2019), atau harusnya baru berangkat pada Rabu (11/9/2019).

"Sebenarnya bukan Senin, dia hari Rabu baru mau ke Jakarta. Cuman entah kenapa, tiba-tiba. Saya enggak ada firasat karena janjian dengan dosennya Kamis. Jadi Rabu datang, Kamis ketemu dengan dosennya," kata Ermasnyah di RS Polri Kramat Jati, Kamis (12/9/2019).

Selain tak sesuai jadwal bimbingan, mahasiswi jurusan School of Business and Management (SBM) itu biasanya selalu memberi kabar bila hendak ke Jakarta.

Ermasnyah tak mengira pesan Whatsapp yang dia kirim pada hari kejadian sekira pukul 11.38 WIB jadi komunikasi terakhir dengan putrinya.

Meski pesan Whatsapp yang dikirim beberapa saat sebelum kecelakaan tak dibalas, dia tak curiga karena tahu anaknya sedang mengemudi.

"Biasanya dia (Khansa) ke Jakarta pasti bilang sama orang tuanya. Kemarin enggak, enggak bilang sama sekali. Komunikasi by WA saja, itu pun hanya di-read, enggak dibalas," ujarnya.

Sempat Gelisah, Reza Rahardian Ungkap Kenangan Soal BJ Habibie : Dia Sangat Perhatian

Ini 5 Manfaat Daun Kelor Untuk Kecantikan, Salah Satunya Ampuh Cegah Penuaan Dini

Tes Kepribadian - Cara Pegang Ponsel Ungkap Sifat Seseorang, Ini Penjelasannya

Ermasnyah mengirim pesan Whatsapp guna menanyakan kabar Khansa yang rencananya pada bulan Januari tahun 2020 diwisuda.

Dia merasa cemas karena hingga Senin malam anaknya yang tinggal di indekos di kawasan Tubagus Ismail tak kunjung merespon pesan Whatsapp yang sudah dibaca.

"Sampai Selasa pagi enggak ada kabar. Saya minta bantuan teman di Mabes Polri untuk lacak dia, pas dilacak komunikasi terakhir di handphonenya di lokasi KM 91," tuturnya.

Jenazah Khansa kini sudah disemayamkan di TPU Penggilingan, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur yang berlokasi tak begitu jauh dari kediamannya di Kecamatan Kemayoran.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved