BJ Habibie Meninggal
Paspampres Dirayu Ibu-ibu yang Ingin Lihat Pemakaman BJ Habibie: Pak Mohon, Kami Mau Masuk
Sejumlah ibu-ibu yang mengidolakan BJ Habibie terus merayu Paspampres yang menggunakan jas hitam untuk bisa masuk.
Ibu-ibu dan warga lainnya setia berdiri di depan areal TMP meski matahari berada di atas kepala mereka.
Wulan, warga Lenteng Agung, Jakarta Selatan, mengaku sedih karena tidak bisa menyaksikan langsung pemakaman idolanya itu.
"Sedih tidak boleh lihat langsung, padahal saya bela-belain ke sini karena ingin melihat dengan mata kepala sendiri," ucap Wulan.
"Dulu waktu ibu Ainun warga boleh masuk ke dalam. Mungkin karena Pak Habibie Presiden ke-3 jadi ketat pengamanannya," imbuh dia.
Lisa warga Condet, Jakarta Timur, mengaku lebih beruntung karena sudah bisa memberi penghormatan terakhir pada BJ Habibie saat di rumah duka.
"Saya jam 6 sudah di rumah duka yang di Kuningan, bisa masuk bu. Wajahnya Pak Habibie ganteng sekali, bersih," ungkap Lisa sambil memamerkan foto-foto dirinya saat di rumah duka.
Setelah menunggu selama setengah jam lebih hingga acara pemakaman selesai dan Presiden Jokowi serta Wakil Presiden Jusuf Kalla pergi, barulah warga diperbolehkan masuk.
Tanpa tunggu aba-aba, ribuan warga merangsek masuk ke dalam TMP.
Mereka tidak sabar melihat tempat peristirahatan BJ Habibie.
Sesampainya di makam, warga bergantian untuk bisa memanjatkan doa dan mengabadikan makam BJ Habibie.

Diketahui upacara pemakaman dipimpin langsung Presiden Jokowi sebagai Inspektur Upacara.
Upacara pemakaman turut dihadiri para petinggi negara baik kementerian maupun lembaga serta perwakilan negara sahabat.
Ribuan warga juga terlihat memadai areal TMP Kalibata untuk menyaksikan langsung pemakaman sosok jenius yang dikenal sebagai Bapak Teknologi Indonesia tersebut.
BJ Habibie menghembuskan nafas terakhirnya saat menjalani perawatan di paviliun Kartika RSPDA, Rabu (13/9/2019) pukul 18.05 WIB.
Beliau wafat pada usia 83 tahun dengan meninggalkan dua anak yakni Ilham Habibie dan Thareq Habibie.