200 ASN di Tangerang Terjaring Razia Operasi Patuh Jaya 2019

Menurut Kanit Lakalantas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Isa Ansori, setidaknya ada 200 ASN yang terjaring razia pada Operasi Patuh Jaya 2019.

200 ASN di Tangerang Terjaring Razia Operasi Patuh Jaya 2019
TRIBUN JATENG/EGA ALFREDA
Operasi Patuh Jaya 2019 oleh Satlantas Polres Metro Tangerang Kota di kawasan Jalan Hasyim Ashari, Rabu (11/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Tangerang terjaring Operasi Patuh Jaya 2019 yang berakhir pada 11 September 2019 kemarin.

Menurut Kanit Lakalantas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Isa Ansori, setidaknya ada 200 ASN yang terjaring razia pada Operasi Patuh Jaya 2019.

"Ada (ASN) yang terjaring, hanya sedikit. Sekitar ada 200-an," ungkap Isa kepada TribunJakarta.com, Jumat (13/9/2019).

Ditanya pelanggaran jenis apa yang paling sering dilakukan ASN Kota Tangerang, Isa belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.

"Untuk detailnya perlu dicek lagi," sambung Isa.

Secara menyeluruh, selama Operasi Patuh Jaya di Kota Tangerang sejak 29 Agustus sampai 11 September 2019, ada 32.708 pengendara terjaring.

Kata Isa, total pelanggaran itu merupakan jumlah dari pengendara sepeda motor dan mobil yang ditilang dan diberi teguran.

"Hasilnya untuk tilang 10.145 dan teguran 22.563, jumlah totalnya 32.708 pengendara motor dan roda empat," terang Isa.

Identitas Jasad Pria Dalam Gang Kecil di Depok Masih Misteri

Dari hasil razia yang digelar di sejumlah titik di wilayah Kota Tangerang itu diketahui bahwa status pelanggar yang kerap tidak mematuhi lalu lintas bekerja sebagai karyawan swasta.

"Karyawan swasta yang melanggar mencapai 4.104 orang, sementara sopir roda empat 2.297, sedangkan pelajar atau mahasiswa 1.555," jelas Isa.

Pengendara kendaraan roda dua pun menjadi penyumbang terbanyak yang melanggar lalu lintas lantaran melawan arus.

Sementara, pengemudi mobil kerap tidak mematuhi peraturan lalu lintas karena tidak mengenakan sabuk pengaman.

Sejumlah pelanggaran lainnya yang banyak dilakukan yaitu tidak menggunakan helm SNI, tidak menyalakan lampu, pengemudi di bawah umur, kendaraan yang kelebihan muatan, dan juga melanggar rambu lalu lintas.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved