Anak Elvy Sukesih Dikenal Kerap Berhutang Rokok di Sejumlah Warung
Junaidi mengatakan Haidar kerap berhutang rokok di warung kelontongnya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari kediaman Elvy di RT 01/RW 05
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pemberitahuan berupa kalimat 'Tidak Dihutangkan' yang terpampang di warung milik Junaidi (48) di Jalan Usaha, Kelurahan Cawang tampaknya tak digubris anak Elvy Sukaesih, Haidar.
Junaidi mengatakan Haidar kerap berhutang rokok di warung kelontongnya yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari kediaman Elvy di RT 01/RW 05.
"Sering sih, jarak tiga hari sekali biasanya hutang. Sekali hutang biasanya tiga bungkus, di warung lain lingkungan sekitar sini juga sering dihutangin," kata Junaidi di Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (13/9/2019).
Saat Haidar menyerang Junaidi pada Kamis (12/9/2019) sekira pukul 19.30 WIB karena permintaan berhutang empat bungkus rokok lewat pembantunya ditolak.
Junaidi menuturkan, pembantu Haidar bahkan sempat pergi ke warung kelontong lainnya untuk berhutang sesuai permintaan bosnya.
"Pas pelaku nyerang sih pembantunya diam saja, dia sempat pergi ke warung lain cari hutangan. Jadi pembantu cuman laporan ke pelaku kalau enggak saya kasih hutang," ujarnya.
• Merangsang Minat Baca, Pihak Sudinpusip Jakarta Pusat akan Menggelar Panggung Literasi
Meski hutang rokok Haidar selalu dilunasi keluarga Elvy, Junaidi mengaku tak nyaman dengan perilaku Haidar yang sudah beberapa kali berulah.
Nahasnya warga RW 12 dan RW 05 yang bermukim di Jalan Usaha segan menegur pelaku karena status dan lama masa tinggal keluarga Haidar di Cawang.
"Keluarganya memang sudah lama tinggal di sini, saya tahu karena saya juga orang lama. Sudah 25 tahun saya tinggal di sini, tapi enggak kenal sama pelaku," tuturnya.
Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, warung milik Junaidi yang kini rusak dan masih terdapat bercak darah.
Sementara kediaman Haidar yang secara bangunan berbentuk leter L dan paling luas di antara rumah warga lainnya tampak sepi aktivitas.
"Memang biasanya sepi seperti itu, semalam ramai karena polisi sama Babinsa datang ke rumahnya. Tapi ada CCTV di gerbang rumahnya itu, menyorot ke jalan," lanjut Junaidi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/tampak-depan-kediaman-haidar-di-kramat-jati-jakarta-timur.jpg)