Selama 12 Tahun, Pria Kemayu Ini Diduga Telah Gauli 50 Bocah Laki-laki: Warga Tak Ada yang Curiga
Seorang pria di Tulungagung telah ditangkap polisi karena diduga melakukan pencabulan terhadap bocah di bawah umur.
Penulis: Muji Lestari | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Seorang pria di Tulungagung telah ditangkap polisi karena diduga melakukan pencabulan.
Polisi menangkap Muhanjar Sidik, terduga pelaku pencabulan sejenis, dengan korban masih anak-anak.
Pria berusia 42 tahun itu diketahui sebagai warga Dusun Mayangan, Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru.
Laki-laki yang kesehariannya diketahui jualan rongsok ini ditangkap pada Selasa (10/9/2019) sekitar pukul 20.00 WIB.
Penangkapan itu dibenarkan oleh Subroto, Sekretaris Desa Srikaton saat diwawancarai media (13/9/2019).
• Mulai 1 Oktober 2019, 12 Jalur TransJakarta Diberlakukan Tilang Elektronik
"Tapi yang menangkap polisi dari Polda, bukan dari sini (Polres Tulungagung)," ungkap Subroto dikutip TribunJakarta dari Surya.co.id.
Subroto menuturkan, saat itu dirinya dipanggil warga dan diminta untuk datang ke rumah Sidik.
Saat Subroto datang, kondisi rumah sudah ramai.
Ada personil dari Polda Jatim dan dibantu anggota Polsek Ngantru.
Saat didatangi polisi, Sidik sedang ada di rumah.
• Putra Sulung Buka Suara Soal Kabar BJ Habibie Donorkan Mata untuk Thareq Kemal Habibie
Sidik ada di rumah itu bersama lima laki-laki yang masih berusia anak-anak.
Saat itu Subroto juga mengikuti proses penangkapan.
Tak hanya itu Subroto juga mengikuti proses interogasi polisi terhadpa Sidik di tempat.
"Setelah saya dengar, ternyata masalah pencabulan sesama jenis," ujar Subroto.
Berdasarkan informasi, Sidik sempat mengaku mulai melakukan hubungan sesama jenis saat usia 30 tahun.
• LINK Live Streaming MotoGP 2019 San Marino, Minggu 15 September 2019
Dalam rentang 12 tahun, Sidik juga mengaku sudah melakukan hubungan dengan sekitar 50 laki-laki.
Di antara mereka yang menjadi korban, ada yang berhubungan dari sejak SD hingga usia SMA.
"Dia yang ngaku sendiri lo. Saya mendengarkan," katanya.
Sidik kemudian dibawa ke Polda Jatim.
Bersama dengan lima anak laki-laki yang ditemukan di rumahnya.
• Terungkap Lokasi Sebenarnya KKN di Desa Penari, Narasumber Singgung Sesepuh Dusun Berinisial J
Masih menurut Subroto, tingkah Sidik memang kemayu.
Warga sekitar juga tahu sering ada anak laki-laki di rumahnya.
Namun, tidak ada warga yang curiga.
Warga mengira sejumlah anak laki-laki itu pekerjanya yang membantu mencari rosok.
Warga justru baru mengetahui kabar tersebut setelah ada penggerebekan.
• Sinopsis Drama India Ishq Mein Marjawan Besok, Episode 57 Senin (16/9/2019) Pukul 11.00 WIB di ANTV
"Tahunya setelah digrebek Polda. Ternyata anak-anak itu korbannya," sambung Sodik.
Dari jendela yang tidak dikunci terlihat kamar yang dipasangi garis polisi.
Kamar itu diduga dipakai Sidik untuk berbuat cabul pada korbannya.
Sementara gerobak berisi barang rongsokan masih terparkir di depan rumahnya.
Tak hanya menjadi tukang rongsok, selama ini Sidik kerap menjadi MC di acara dangdutan.
• Semua Harus Habis Terjual Jelang Giant Lebak Bulus Tutup, Konsumen Berpesta Diskon
Saat menjadi MC, dia biasa menggunakan nama Jeje atau Jeky.
Kabar penangkapan tersebut juga dibenarkan oleh Kapolsek Ngantru, AKP Pudji Widodo.
Dalam pengakuannya anggota saat itu hanya membantu dalam proses penangkapan saja.
"Anggota Unit Reskrim hanya membantu saja," ucap Widodo.
BACA JUGA:
(Sumber: TribunJakarta/Surya)