Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang

Tak Teridentifikasi, 2 Body Part Korban Kecelakaan Tol Cipularang Akan Dimakamkan

Edy menuturkan pemakaman dua body part berbeda dengan empat korban kecelakaan Tol Cipularang yang pada Kamis (12/9/2019) teridentifikasi.

Tak Teridentifikasi, 2 Body Part Korban Kecelakaan Tol Cipularang Akan Dimakamkan
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah petugas membersihkan permukaan jalan dan mengevakuasi bangkai kendaraan bermotor roda empat pascatabrakan beruntun di Tol Cipularang KM 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Tabrakan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya luka-luka. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Dua body part korban kecelakaan Tol Cipularang KM 91 kiriman Polda Jawa Barat pada Kamis (5/9/2019) akan dimakamkan pihak RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan dua body part dimakamkan karena sudah tak mungkin lagi teridentifikasi.

"Dua body part yang kita terima terakhir tidak bisa diperiksa DNA-nya, tidak keluar hasilnya karena memang sudah jadi arang," kata Edy saat dikonfirmasi, di Jakarta Timur, Minggu (15/9/2019).

Selain hasil pemeriksaan DNA tak keluar, Tim Disaster Victims Identification (DVI) RS Polri sudah tak bisa memastikan body part tersebut bagian tubuh mana.

Kecelakaan Tunggal di Tol Jagorawi, Sejumlah Korban Tergeletak di Jalan

Edy menuturkan pemakaman dua body part berbeda dengan empat korban kecelakaan Tol Cipularang yang pada Kamis (12/9/2019) teridentifikasi.

"Kita makamkan bersama barang bukti yang lain, di tempat pemakaman umum orang tidak dikenal. Bersama dengan barang bukti lain yang beberapa kasus tidak bisa kami identifikasi," ujarnya.

Sebelumnya, Tim DVI RS Polri harus dua kali melakukan pengambilan sampel DNA dari keempat jenazah korban yang kondisinya tak utuh.

Identifikasi lewat pemeriksaan DNA jadi jalan terakhir karena identifikasi lewat sidik jari dan gigi tak mungkin lagi dilakukan.

"Sampel pertama dari jaringan otot ternyata sudah terbakar juga jadi tidak muncul DNA-nya. Ekstraksi kedua kami menggunakan dari jaringan tulang, sehingga bisa teridentifikasi," tutur Edy, Kamis (12/9/2019).
  

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved