Tangsel Dinilai Kota Autopilot, PSI Jaring Calon Wali Kota Berani Buat Gebrakan

PSI menjaring calon wali kota yang berani membuat gebrakan tata kelola dan sikap aparatur negara di Tangsel pada Pilkada 2020.

Tangsel Dinilai Kota Autopilot, PSI Jaring Calon Wali Kota Berani Buat Gebrakan
TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi Pilkada 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPUTAT - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjaring calon wali kota yang berani membuat gebrakan tata kelola dan sikap aparatur negara di Tangerang Selatan (Tangsel) pada Pilkada 2020.

Diberitakan TribunJakarta.com, PSI membuka pendaftaran konvensi mulai hari ini, Minggu (15/9/2019) sampai Minggu (20/10/2019).

Ketua Panitua Konvensi Muhamad Bima Januri, mengatakan, para kader PSI Tangsel merasakan kota yang saat ini dipimpin Wali Kota Airin Rachmi Diany itu berjalan seperti autopilot.

Tata kelola pemerintahan sampai pelayanan seperti bekerja tanpa arahan seorang pemimpin.

"Karena yang selama ini kader PSI rasakan di Tangerang Selatan khususnya, kota ini autopilot, semua berjalan seperti apa adanya tanpa kendali dari para pemimpinnya. Dan kami tidak ingin mencari seorang pemimpin yang tidak mau melakukan gebrakan," ujar Bima saat konferensi pers mengenai konvensi penjaringan calon wali kota dan wakil wali kota di kantor DPD PSI Tangsel, Ciputat, Minggu (15/9/2019).

Bima menegaskan, PSI mencari sosok yang berani dalam dalam hal melakukan perubahan.

BERITA FOTO Kesenian Betawi Ramaikan HUT ke 19 Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan

2 Bumbu Dapur Ini Punya 10 Manfaat Bagi Kecantikan, Dari Cegah Kulit Kering hingga Cerahkan Bibir

"Makanya judulnya kami mencari seorang yang berani merubah. Bukan saja merubah kota Tangerang Selatan menjadi lebih baik tapi juga bisa merubah aparatnya, harus mengedepankan gagasan pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.

Tak hanya menyebut autopilot, Bima juga mengatakan, pembangunan di Tangsel hampir semua dibantu pengembang.

"Karena selama ini yang kita rasakan ya seperti itu, pelayanannya kurang, kemudian aparatnya juga tidak bekerja dengan baik, hampir semua pembangunan di Tangerang Selatan dibantu oleh para developer," tegasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved