Dinkes DKI Jakarta Evaluasi Penyebab Kematian Balita yang Diduga Keracunan PMT-AS

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengevaluasi penyebab kematian seorang balita, LSZ (3), yang diduga keracunan nasi goreng.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Suharno
Sutterstock via Kompas.com
Ilustrasi keracunan makanan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KOJA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta masih mengevaluasi penyebab kematian seorang balita, LSZ (3), yang diduga keracunan nasi goreng dari penyediaan makanan tambahan anak sekolah (PMT-AS).

Nasi goreng itu didapatkan korban dari kakanya, ZAA (8), setelah diberikan oleh pihak SDN Tugu Utara 19, Koja, Jakarta Utara.

"Hingga siaran pers ini diterbitkan, evaluasi terkait penyebab kematian ananda LSZ masih terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan jajarannya," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti dalam sebuah siaran pers, Senin (16/9/2019).

Berdasarkan informasi sementara yang didapatkan Dinkes DKI Jakarta, diketahui LSZ sempat dirawat di RSUD Koja.

Kakek 61 Tahun Cabuli Siswi SD di Bekasi, Aksinya Dilakukan Selama Berbulan-bulan

Menyisakan Waktu 3 Bulan, Serapan APBD DKI Jakarta Baru 47,69 Persen

2,2 Juta Kendaraan Menunggak Pajak, Pemprov DKI Jakarta Bakal Hapuskan Denda & Beri Diskon

LSZ didiagnosa mengalami sejumlah gangguan kesehatan.

"(Yakni) gangguan saluran pencernaan dan penyakit jantung bawaan," ucap Widyastuti.

Selain itu, Widyastuti juga menyampaikan belasungkawa terkait meninggalnya LSZ pada Kamis (12/9/2019) lalu.

"Dinas Kesehatan menyampaikan rasa dukacita yang mendalam atas wafatnya LSZ," kata Widyastuti.

Sebelumnya, LSZ meninggal dunia Kamis sore setelah dirawat usai mengalami gejala muntah-muntah dan buang air besar.

Ayah korban, Wahyu Irawan (31) menyatakan bahwa dari hasil diagnosa dokter, LSZ dinyatakan mengalami infeksi saluran pernafasan, kadar garam tinggi, serta infeksi saluran pencernaan.

Orang tua korban mengerti soal infeksi saluran pernafasan, karena LSZ punya riwayat penyakit itu sejak lahir.

Namun, penjelasan dokter soal infeksi saluran pencernaan membuat orang tua korban bertanya-tanya.

Dengan adanya pernyataan dokter dan memperhatikan gejala yang ditunjukkan LSZ setelah mengonsumsi nasi goreng, Wahyu pun mempertanyakan apakah ada kemungkinan anak keduanya itu mengalami keracunan makanan itu.

Akan tetapi, Wahyu tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari dokter. Dokter hanya menyatakan bahwa ada kemungkinan LSZ keracunan makanan.

"Dokter di situ nggak ngasih jawaban yang tegas. Dia cuman ngasih jawaban: bisa jadi, ada kemungkinan pak," kata Wahyu menirukan ucapan dokter. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved