Kualitas Udara di Pekanbaru Hari Senin (16/9/2019) Berada di Level Berbahaya

Pessawat Cassa 212-200 dengan kapasitas 1 ton sudah beroperasi di Riau sejak bulan 26 Februari 2019.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/BMKG.GO.ID
Hari ini, Senin (16/9/2019) udara di Pekanbaru berada di level berbahaya. 

TRIBUNJAKARTA.COM, PEKANBARU - Hari ini, Senin (16/9/2019) udara di Pekanbaru berada di level berbahaya.

Kualitas udara berdasar pengukuran PM10 pada sore hingga malam hari berada pada kisaran 329 sd 355 ugram/m3 atau berbahaya.

Tiga Pesawat semai Garam, Lakukan Modifikasi Cuaca

Kemungkinan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih akan terjadi sampai akhir Oktober 2019 mendatang.

BMKG pada konferensi pers di BNPB dan Gubernur Riau kemarin (14/09/2019) menyebutkan bahwa musim kemarau di wilayah Riau masih akan terjadi sampai pertengahan Oktober 2019.

Sedang di wilayah lain bisa sampai akhir Oktober atau Awal November 2019. 

Akhirnya Kunjungi Riau yang Dilanda Kabut Asap, Jokowi Langsung Rapat & Tinjau Lokasi Kebakaran

Untuk antisipasi karhutla agar tidak tambah banyak dan tambah luas maka Pemerintah menyiagakan 3 pesawat untuk teknologi modifikasi cuaca (TMC) atau hujan buatan.

Pessawat Cassa 212-200 dengan kapasitas 1 ton sudah beroperasi di Riau sejak bulan 26 Februari 2019.

"Untuk memperkuat armada TMC Pemerintah menambah 1 pesat CN 295 dengan kapasitas 2.4 ton yang sudah berada di Pekanbaru dan 1 Hercules dengan kapasitas 5 ton yang direncanakan datang di Pekanbaru pada hari Senin besok," ungkap Plt Kapusdatinmas, Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya.

Operasi TMC sangat tergantung dengan keberadaan awan potensial hujan yang secara rutin diperkirakan oleh BMKG.

Seluruh pesawat dalam kondisi siaga dan jika terdapat potensi awan makan akan segera terbang untuk menyemai awan agar menjadi hujan.

BMKG memperkirakan bahwa pertumbuhan awan berasal dari arah utama, sehingga saat ini sebagian wilayah Indonesia di sebelah utara seperti Aceh dan Sumatera Utara sudah mulai hujan.

"Pada hari ini terdapat potensi awan sedang di wilayah Riau dan Tim masih menunggu sampai pertumbuhan awan potensial cukup banyak dan kemudian dilakukan operasi TMC," lanjutnya.

Armada Tambahan Pesawat CN 295

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved