Adaptasi Nick Kuipers di Persib Mulus, PT PBB Minta Pelempar Bus Maung Bandung Diproses Hukum
Nick Kuipers yang menjadi pemain terbaik pada laga tersebut mengaku senang dapat membantu tim ke luar dari kekalahan.
Penulis: Erik Sinaga | Editor: Erik Sinaga
TRIBUNJAKARTA.COM, BANDUNG- Bek asing Persib Bandung, Nick Kuipers, menjadi penyelamat Persib Bandung dari kekalahan, saat bertamu ke markas PS Tira Persikabo, pada pekan pertama putaran kedua Liga 1, di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (14/9/2019).
Pada laga tersebut, Persib Bandung sempat tertinggal 1-0 melalui tendangan penalti Osas Saha pada menit ke-16. Persib Bandung yang tampil tanpa Ezechiel N’Doaussel sempat kesulitan mencetak gol balasan.
Beruntung, Nick Kuipers yang maju membantu penyerangan dapat menyundul bola hasil umpan Dedi Kusnandar pada menit ke-47 dan membuat skor menjadi 1-1. Hingga akhir pertadingan, tidak ada lagi gol yang tercipta.
Nick Kuipers yang menjadi pemain terbaik pada laga tersebut mengaku senang dapat membantu tim ke luar dari kekalahan.
Tambahan satu poin dari laga tandang itu pun menjadi modal bagi Persib Bandung untuk menatap laga selanjutnya melawan Semen Padang.
"Ya hasil yang lumayan bagus. Yang penting kami mendapatkan poin," ujar Nick Kuipers kepada Tribun,.
"Sesuatu yang pertama tentu akan terasa spesial. Ini poin penting yang kami dapat di pertandingan pembuka (putaran kedua). Bisa mencetak gol tentunya ini luar biasa bagi saya pribadi," kata Nick Kuipers.

Di samping itu, eks pemain ADO Den Haag ini juga memberikan apresiasi kepada rekan setimnya yang tampil bagus pada laga ini.
"Semua pemain saling dukung. Mereka begitu bekerja keras di pertandingan tadi. Ini hasil yang cukup membuat kami semangat," kata bek berusia 26 tahun itu.
Nick Kuipers yang baru dua kali menjalani laga bersama Maung Bandung ini pun mengaku sudah mulai kerasan dan sudah mulai tune in dengan skema permainan yang diterapkan pelatih Robert Rene Alberts.
"Saya pikir ini adalah tim yang bagus. Semua (adaptasi) berjalan bagus. Kami bekerja keras setiap hari. Soal perbedaan cuaca di Belanda dengan di Indonesia, itu bukan menjadi masalah terlalu besar bagi saya," katanya.
Hadirnya Nick Kuipers di lini belakang Maung Bandung makin menambah kokoh lini belakang Persib Bandung.
Pada laga tersebut, lini belakang Maung Bandung tampil kompak mengawal para pemain depan PS Tira.
Nama-nama striker berkelas tim lawan seperti Osas Saha, Loris Arnaund, dan Ciro Alves selalu kesulitan menembus lini pertahanan Persib Bandung yang digalang Nick Kuipers dan Achmad Jufriyanto.
Menutunya, hasil imbang ini patut disyukuri. Menurutnya satu poin dari kandang PS Tira Persikabo akan menjadi bekal untuk timnya menatap pertandingan kedua di kandang.
"Kami bisa menahan tuan rumah dengan skor 1-1, karena kami bisa main kompak, terutama di lini pertahanan kami. Yang pasti kami semua main terbuka, banyak peluang juga. Hasil ini cukup berarti bagi kami, dan kami berharap bisa menang di laga home nanti," kata dia.
PT PBB minta pelempar baru bus Persib Bandung diproses hukum

Manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB) secara resmi melayangkan surat nota keberatan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) atas pelemparan batu terhadap bus yang ditumpangi pemain dan ofisial tim seusai pertandingan melawan PS Tira Persikabo, Sabtu (14/9/2019).
Dalam surat bernomor 06/DIR-PBB/IX/2019 itu, Persib Bandung menyampaikan empat tuntutan kepada PT LIB selaku operator kompetisi dan panitia pelaksana pertandingan (panpel) agar peristiwa ini diusut hingga tuntas melalui proses hukum yang berlaku.
"Persib Bandung juga mengharapkan kepada pihak PSSI agar tak tinggal diam terkait dengan situasi ini. Regulasi mengenai standar keamanan dan keselamatan tim mesti diperhatikan kembali dan diperbaharui guna menciptakan suasana kompetisi yang kondusif," tulis manjemen PT PBB dalam rilis yang diterima Tribun, Senin (16/9/2019).
Selain melayangkan surat, manajemen juga melengkapi laporan dengan bukti berupa foto dan video kejadian untuk memperkuat semua argumen.
"Sejumlah foto dan video juga dilampirkan sebagai bukti dalam surat pernyataan sikap itu," tulisnya.
Empat tuntutan yang dilayangkan Persib Bandung ke PT LIB antara lain:
1. Bahwa pihak panitia pelaksana pertandingan (panpel) PS Tira Persikabo abai akan keamanan dan keselamatan tim Persib Bandung dengan memperbolehkan kami meninggalkan Stadion Pakansari setelah sempat tertahan selama satu jam usai pertandingan.
2. Bahwa selain kaca bus yang pecah, dua pemain Persib Bandung, Febri Hariyadi dan Omid Nazari menderita luka robek di bagian kepala. Karenanya, kami menuntut pihak panpel dan PT Liga Indonesia Baru untuk bisa mengusut tuntas kejadian ini karena kejadian ini sudah masuk ke ranah hukum pidana.
• Kivlan Zen Idap Infeksi Paru-paru & Terbaring di RS, Fadli Zon Ungkit Jasanya: Semoga Ada Keadilan
• Ini Pengakuan Bripka Eka, Polisi yang Naik di Kap Mobil Sejauh 200 Meter untuk Tilang Pengemudi
• Tidak Tahan Menderita Lagi, Tiga Setia Gara Bongkar Kebohongannya: Telpon 911 Saat Ditendang Suami
3. Bahwa insiden seperti ini adalah yang kedua kalinya kami terima saat menjalani laga tandang di Liga 1 2019 dan dikhawatirkan akan menjadi trauma bagi beberapa pemain. Sebelumnya, tim Persib Bandung mendapatkan perlakuan serupa setelah sesi official training di Stadion Kanjuruhan dalam rangkaian pertandingan melawan Arema FC.
Oleh karenanya, kami menuntut agar PT Liga Indonesia Baru dan PSSI untuk membuat regulasi baru terkait standar keamanan dan keselamatan tim selama dalam rangkaian pertandingan supaya ke depannya tidak ada kejadian-kejadian seperti ini lagi.
4. Sepakbola adalah alat pemersatu bangsa dan tidak sepatutnya menjadi ajang rivalitas seperti ini. Maka, kami, Persib Bandung meminta kepada semua pihak untuk segera menyudahi segala bentuk pertikaian yang ada.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Bek Persib Bandung Nick Kuipers Sebut Adaptasi Berjalan Mulus, Cuaca Tak Jadi Kendala
dan PT PBB Minta PT LIB Proses Hukum Kasus Pelemparan Batu ke Bus Persib Bandung