Begini Cara Cek Status Permohonan Paspor Melalui WhatsApp

TribunJakarta.com pun telah merangkum bagaimana cara melihat status permohanan paspor melalui WhatsApp

Begini Cara Cek Status Permohonan Paspor Melalui WhatsApp
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jakarta Pusat, Is Edi Ekoputranto (kanan) di kantornya, pada Selasa (17/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Pihak kantor Imigrasi Kelas 1 non TPI Jakarta Pusat merilis aplikasi Sistem Informasi Gateaway Paspor (SIGAP).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Jakarta Pusat, Is Edi Ekoputranto, menyebut SIGAP merupakan inovasi yang dibikin guna memudahkan masyarakat dalam membuat paspor.

"SIGAP merupakan inovasi, yang memiliki sistem informasi selengkap-lengkapnya kepada pemohon (bikin paspor)," kata Edi, sapaannya, saat diwawancarai Wartawan, di kantornya, pada Selasa (17/9/2019).

Edi melanjutkan, aplikasi SIGAP ini dapat diunduh melalui smartphone android atau melalui WhatsApp.

TribunJakarta.com pun telah merangkum bagaimana cara melihat status permohanan paspor melalui WhatsApp.

Kantor Imigrasi Jakarta Pusat Rilis Aplikasi SIGAP untuk Permudah Masyarakat Membuat Paspor

1. Cek Kode Billing

Caranya, pemohon paspor wajib mengetik 16 digit nomor permohonan. Kemudian kirim ke nomor SIGAP di (08118539333).

2. Cek Tata Cara Bayar Paspor Via ATM, Mobile Banking, dan Internet Banking

Pemohon paspor wajib mengetik (#bayar). Lalu kirim ke nomor SIGAP tersebut.

3. Cek Status Paspor Sudah Selesai atau Belum

Caranya, ketik 16 digit nomor permohonan setelah melakukan pembayaran. Lalu kirimkan bukti pembayaran melalui nomor SIGAP.

Dikatakan Edi, jika nomor permohonan tidak ditemukan, pemohon paspor dipersilakan mencoba lagi pada hari berikutnya.

Lalu, bukti pembayaran silakan dibawa dalam bentuk (print out) pada saat pengambilan paspor di kantor imigrasi Jakarta Pusat.

"Apabila paspor tidak dibayar atau diambil dalam waktu 30 hari, sejak tanggal permohonan, maka permohonan dinyatakan batal," pungkas Edi.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved