Pemasangan Filter Dinilai Bukan Solusi Terbaik Menghindari Paparan Asap dan Debu Pembakaran Arang
Solusi terbaik, menurut Juhaedin, adalah dengan menghentikan aktivitas pembakaran dari puluhan industri rumahan yang ada dekat sekolah
Penulis: Gerald Leonardo Agustino | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Pemasangan filter pada tujuh ruang kelas SDN Cilincing 07 Pagi yang terpapar asap dari pabrik pembakaran arang dan peleburan alumunium dinilai bukan merupakan solusi terbaik.
Kepala Sekolah SDN Cilincing 07 Pagi, Juhaedin menganggap pemasangan filter hanya sebatas mengurangi paparan asap dan debu dari industri tersebut.
"Kalau bertanya efektif tidak efektif mungkin itu hanya salah satu cara mengurangi ya. Karena nggak mungkin secara otomatis dengan pemasangan filter itu bau yang menyengat itu akan hilang," kata Juhaedin saat ditemui di kantornya, Selasa (17/9/2019).
Solusi terbaik, menurut Juhaedin, adalah dengan menghentikan aktivitas pembakaran dari puluhan industri rumahan yang ada dekat sekolah tersebut.
"Alangkah indahnya cari solusi yang terbaik tidak lagi ada kegiatan pembakaran dan peleburan timah di sekitar sekolah," imbuh dia.
Juhaedin pun berharap pemerintah segera memberikan solusi terbaik atas permasalahan ini.
Sementara ini, tindak lanjut terakhir yang dilaksanakan pemerintah terkait keberadaan pabrik arang dan alumunium adalah pemberian surat peringatan kepada para pemilik usaha.
• Samsat Jakarta Barat Sudah Antisipasi Membludaknya Masyarakat yang Manfaatkan Bulan Keringanan Pajak
Terhitung sejak 12 September lalu, aktivitas pabrik arang dan alumunium diperintahkan untuk berhenti dalam jangka waktu 7x24 jam.
Juhaedin, selaku pihak sekolah, mengatakan terus mengawasi aktivitas pabrik setelah terbitnya surat peringatan tersebut.
Pengawasan inisiatif ini, lanjut Juhaedin, agar ke depannya bisa membuka mata pemerintah supaya menciptakan solusi terbaik bagi polemik asap dan debu yang dikeluhkan warga.
"Karena terus terang aja bukan karena untuk menghilangkan mata pencaharian, cuman mencari solusi yang terbaik sama-sama diuntungkan. Kita untung bersih dari polusi, mereka masih melakukan aktivitas hanya tidak di lingkungan Jalan Cakung Drain," tutup dia.
Adapun sebanyak tujuh ruang kelas di SDN Cilincing 07 Pagi akan dipasangi filter.
Ini merupakan instruksi dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai sebuah solusi jangka pendek untuk menangani tercemarnya udara di sekitar sekolah.
"Dalam jangka pendek itu dilakukan, tapi jangka panjang ya industrinya harus bersih, jangan menimbulkan residu," ujar Anies di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2019).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/industri-rumahan-pembakaran-arang-selasa-1792019.jpg)