Proses Pemilihan Wagub DKI Terancam Kembali Molor Jika Syaikhu Pilih Kursi DPR RI

Ini berarti, PKS dan Gerindra harus kembali mengajukan satu nama baru bila Syaikhu benar-benar memilih kursi DPR RI.

Proses Pemilihan Wagub DKI Terancam Kembali Molor Jika Syaikhu Pilih Kursi DPR RI
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Wakil Ketua Sementara DPRD DKI Syarif saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sementara Syarif mengatakan, proses pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta bisa saja kembali tertunda apabila Ahmad Syaikhu lebih memilih menjadi anggota DPR RI.

Pasalnya, berdasarkan ketentuan, partai pengusun Anies harus mengajukan dua nama calon Wagub DKI.

Ahmad Syaikhu sendiri telah diajukan oleh Gerindra dan PKS bersama dengan Agung Yulianto l mengisi kekosongan posisi Wagub DKI usai ditinggal Sandiaga Uno.

"Ketentuannya harus dua (calon), enggak bolah hanya ada satu saja," ucapnya di DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (23/9/2019).

Ini berarti, PKS dan Gerindra harus kembali mengajukan satu nama baru bila Syaikhu benar-benar memilih kursi DPR RI.

"Otomatis harus menunggu lagi dong dan enggak tahu bisa cepat dan bisa lama juga," ujarnya.

Dijelaskan Syarif, bila seluruh syarat dan ketentuan pemilihan Wagub telah dijalani, maka ia memprediksi sebelum 25 Desember 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan kembali memiliki pendamping.

"Kalau situasi tadi, syarat-syarat dimana PKS itu percepat ajukan pengganti Syaikhu dan konsiliasi politik di sini bagus, ya sebelum 25 Desember sudah ada (Wagub)," kata Syarif.

"Kalau dua syarat itu tidak terpenuhi, saya enggak bisa memperkirakan kapan bisa diparipurnakan," tambahnya menjelaskan.

Perselingkuhan Guru Berseragam PNS Jabar Terkuat Karena Mantan Pacar Tidak Terima Diputuskan

Ungkap Jumlah Korban Aksi Mahasiswa Eksodus Papua di Jayapura, Lukas Enembe: TNI ada yang Meninggal

Warga Kaget Penghuni Kos di Dekat Rumah Terduga Teroris Cilincing Ternyata Anggota Densus 88

Seperti diketahui, posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Sandiaga Uno mengundurkan diri pada Agustus 2018 lalu.

Partai Gerindra dan PKS sebagai pengusung Anies-Sandi pada Pilgub 2017 lalu sebenarnya sudah mengajukan dua nama Wagub, yaitu Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu.

Namun, pemilihan Wagub DKI terhenti setelah masa bakti anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 berakhir pada 26 Agustus 2019 lalu.

Kini, pembahasan Wagub DKI pun masih menunggu alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD DKI Periode 2019-2024 ditetapkan.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved