Penggrebekan Pasutri Terduga Teroris di Bekasi, Dikenal Jarang Keluar Hingga Kecurigaan Warga
Pasutri terduga teroris, AR dan S menurut keterangan warga sekitar, baru tinggal di rumah kontrakan itu satu bulan lalu
Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar
TRIBUNJAKARTA.COM, TAMBUN UTARA - Warga Kampung Rawakalong Poncol, Desa Karangsatria, RT02/04, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, digegerkan dengan penangkapan pasangan suami istri (pasutri) terduga teroris, Senin (23/9/2019).
Dari informasi yang diterima TribunJakarta.com, pasutri terduga teroris yang diringkus diketahui, suami berinisial AR (23) dan istri berinisial S (19). Penangkapan dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB, disebuah rumah kontrakan.
Baru Satu Bulan Mengontrak
Pasutri terduga teroris, AR dan S menurut keterangan warga sekitar, baru tinggal di rumah kontrakan itu satu bulan lalu. Mereka tinggal berdua dan belum sempat melapor ke RT setempat.
"Warga baru, belum kasi KTP ke saya, saya juga kurang kenal," kata Qurtubi ketua RT setempat.
Dikenal Tertutup
Karmen (36), warga yang mengontrak bersebelahan dengan pasutri terduga teroris mengatakan, selama tinggal bertetangga, dia tidak pernah berbincang atau mengetahui secara personal.
"Saya kurang kenal baru sebulan disini, tinggal berdua aja suami istri," kata Karmen kepada TribunJakarta.com.
Pasutri ini sangat tertutup, keseharian mereka lebih sering dilakukan di dalam kontrakan. Sejak pertama kali pindah, mereka juga tidak pernah mengenalkan diri kepada tetangga samping atau depan rumah kontrakan.
"Jarang keluar, paling suaminya aja kalau solat jumat ke masjid, sama ke warung aja, keluar aja ada saya juga enggak negor (menyapa) lewat aja," jelas dia.
Saking tertutupnya, aktivitas seperti menjemur pakaian juga dilakukan malam hari, bahkan mereka selama tinggal jarang sekali beraktivitas keluar rumah meski menurut infomasi warga, suaminya mengaku bekerja di sebuah perusahaan.
"Enggak pernah ngobrol tapi kalau kata orang-orang sini ngakunya kerja, tiap pagi cuma saya enggak pernah liat dia berangkat kerja," jelas dia.
Warga Curiga
Karmen (36), tetangga yang mengontrak berselahan dengan terduga teroris mengatakan, sebelum operasi penangkapan, dua hari lalu ia kerap melihat sejumlah orang yang tidak dikenal melintas di sekitaran kontrakan.