Tokoh dan Organ-organ Masyarakat Betawi Dukung Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur

Sekjen Bamus Betawi, Muhammad Iksan mengatakan, Presiden Jokowi telah menyatakan ibukota akan pindah.

Tokoh dan Organ-organ Masyarakat Betawi Dukung Ibu Kota Pindah ke Kalimantan Timur
ISTIMEWA
Diskusi Publik bertajuk Perpindahan Ibukota, Buruan Deh! di Resto Kampung Kite, Gang Sentiong, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Rencana pemerintah untuk memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur mendapat dukungan penuh dari elemen masyarakat Betawi.

Organ masyarakat Betawi seperti Majelis Adat Betawi, BPH Bamus Betawi, DPD Bamus Betawi, Ormas-ornas Betawi, Forum Betawi Rempug (FBR), Yayasan-yayasan Betawi, Sanggar Seni Betawi, Perguruan Silat Betawi, serta para Aktifis menyatakan sangat mendukung rencana pindah Ibu Kota.

Mereka menilai Jakarta sudah sesak dan tak mungkin lagi menapung.

Sekjen Bamus Betawi, Muhammad Iksan mengatakan, Presiden Jokowi telah menyatakan Ibu Kota akan pindah.

Kajian dan perundang-undangannya juga akan selesai tahun 2019, sehingga 2020 akan langsung dimulai pembangunan di ibukota baru.

Profil Kabupaten Paser Utara Lokasi Ibu Kota Baru, Pindah Bertahap Paling Lambat 2024

"Kalau hemat saya sebagai masyarakat asli Betawi, dengan kondisi Jakarta seperti sekarang ini, macet, kumuh, padat, sempit, maka memang sebaiknya pindah. Sebab problematika negara ada di Jakarta semua," ujar M Iksan dalam Diskusi Publik bertajuk: Perpindahan Ibukota, Buruan Deh! di Resto Kampung Kite, Gang Sentiong, Salemba Jakarta Pusat, Rabu (25/9/2019).

Diskusi itu menghadirkan pembicara diantaranya Ketua Umum BAMUS BETAWI Haji Zaenudin, Mh.se, Sekretaris Majelis Adat Betawi sekaligus Ketum Forum Betawi Rempug (FBR) KH Lutfi Hakim, S.ag, Anggota DPRD-DKI Fraksi Golkar HR Khotibi Achyar (Haji Peceng), Ketua Bidang Politik Bamus Betawi DR. Usni Hasanudin, Ketua Umum BBM Haji Muhidin Muhtar, dan para tokoh betawi lainnya.

M Iksan mengatakan, selama ini ada masalah terpendam di Jakarta, dan terkadang tidak disadari oleh warga Betawi sendiri.

Baik masalah sosiologis, budaya, antropologis, ketimpangan ekonomi dan lainnya.

"Jadi selama ini warga Betawi ya, legowo dan banyak nerima saja dengan alasan sebagai ibukota. Nah, sekarang dengan wacana ibukota pindah ini, maka hak-hak warga betawi bisa dikelola oleh warga betawi sendiri," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved