Gadeng IPB, Kementerian Perhubungan Kembangkan 635 Pelabuhan Berbasis Digital
Untuk mendukung Indonesia menjadi negara poros maritim dunia, pemerintah telah membangun 635 fasilitas pelabuhan.
"Indeks logistik Indonesia berada di urutan ke-46, di bawah Vietnam. Ini menjadi tantangan bagi kita untuk memperbaiki infrastruktur pelabuhan dan mendorong pemanfaatannya, supaya banyak kapal-kapal juga memakai jasa tersebut," kata Arif.
Melalui konferensi ini, kata dia, diharapkan ada gambaran mengenai kondisi terkini pelabuhan, pelayaran dan logistik kemaritiman supaya pemerintah bersama pihak akademisi dan swasta dapat mengambil langkah-langkah strategis ke depan.
"Bagaimana mengembangkan peran Indonesia dalam kancah regional dan global bisnis logistik kemaritiman merupakan salah satu fokus capaian konferensi ini," ujar dia.
Arif Satria menjelaskan, aplikasi industri 4.0 bidang maritim saat ini sudah berkembang untuk mengatasi tantangan keamanan dan keselamatan pelayaran, pelayanan bongkar muat di pelabuhan, pengawasan dan tata kelola kepelabuhanan, eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya kelautan, pemanfaatan sumberdaya hayati dan non-hayati kelautan, hingga pengawasan sumberdaya pesisir dan pulau-pulau kecil.
"Berangkat dari hal ini, dibutuhkan sebuah rencana aksi pembangunan bidang maritim berbasis teknologi 4.0 di Indonesia. Indonesia memiliki modal sumberdaya yang sangat besar untuk melakukan hal tersebut, baik pada aspek SDM, infrastruktur riset, lembaga perguruan tinggi, pemerintah, swasta, maupun sarana pendukung inovasi dan aplikasi teknologi 4.0," ujarnya.
Dirinya berharap, peran logistik kemaritiman IPB diharapkan dapat berkontribusi dalam skala nasional (Indonesia) regional dan internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/international-conference-on-port-shipping-and-maritime.jpg)