Demo Tolak RUU KUHP dan UU KPK
Bunda Ratu Agung Sebut Penganiaya Mahasiswa Faisal Amir Konsumsi Doping, Minta Ini ke Polisi
Bunda Ratu Agung menduga pelaku kekerasan terhadap anaknya, Faisal Amir, mengonsumsi doping atau obat terlarang.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Y Gustaman
"Sebagai warga negara yang taat hukum, saya akan tetap melapor kepada polisi."
"Yang memukul Faisal ini, pasti orang, tidak mungkin monyet," kata dia.
Semisal pelaku kekerasan telah didapatkan, Ratu akan memaafkannya.
"Saya minta tolong diusut, hadapkan orangnya dengan saya."
"Saya akan maafkan, saya anggap dia khilaf. Mungkin dia lupa bahwa punya anak juga," ucapnya.
Ditemukan Sudah Tak Berdaya
Faisal Amir ikut berdemo menolak RUU KUHP dan hasil revisi UU KPK.
Ia harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pelni setelah mengalami luka di kepala dan lengan kanan.
"Dari hasil rontgen, Faisal mengalami luka retak dari jidat kiri sampai ke bagian kepala sebelah kanan."
"Kemudian, bahu kanannya patah dan ada luka memar di dada sampai lengannya," ucap Rahmat Ahadi (27), kakak korban, Rabu (25/9/2019) dini hari.
Akibat luka cukup serius pada kepala, sang adik masih menjalani operasi untuk menghentikan pendarahan otak.
"Terakhir saya lihat kondisinya kata dokter ada pendarahan di otak sehingga saat ini sedang dilakukan operasi untuk menghentikan pendarahannya," ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Pelni.
Meski demikian, ia mengaku masih belum bisa memastikan penyebab sang adik mengalami luka serius di bagian kepalan.
"Dia terpencar dari rombongan setelah polisi menembaki gas air mata, teman-temannya enggak tahu di mana dia," kata Rahmat.
"Kemudian ada seorang mahasiswa lainnya sekira pukul 17.40 WIB menemukan Faisal sudah enggak sadar di dekat Restoran Pulau Dua," tambahnya menjelaskan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/bunda-ratu-agung-52-wanita-yang-melahirkan-faisal-amir-hatinya-hancur.jpg)