Breaking News:

Demo di Jakarta

Nekat Ikut Demo ke Jakarta, Pelajar Asal Jawa Tengah Cuma Bawa Uang Rp 30 Ribu

Mereka melakukan perjalanan sejak Minggu, (29/9/2019), menumpang truk secara estafet hingga tiba di Kota Bekasi.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Pelajar asal Salatiga dan Semarang Jawa Tengah yang turut diamankan Polres Metro Bekasi Kota, Senin (30/9/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota melakukan operasi penyisiran pergerakan pelajar yang hendak mengikuti aksi unjuk rasa di Gedung DPR/MPR RI Jakarta.

Hasilnya, ratusan pelajar berhasil diamankan di dekat perbatasan Bekasi-Jakarta, Senin (30/9/2019).

Dari ratusan pelajar itu, terdapat sekitar 15 orang yang mengaku berasal dari Salatiga dan Semarang, Jawa Tengah.

Seorang pelajar wanita berinisial JS (18), mengatakan, dalam melakukan perjalanan ke Jakarta, dia hanya membawa bekal uang sebesar Rp 30 ribu.

"Bawa uang kemarin cuma Rp 30 ribu aja, buat makan," kata JS di Mapolres Metro Bekasi Kota.

Mereka melakukan perjalanan sejak Minggu, (29/9/2019), menumpang truk secara estafet hingga tiba di Kota Bekasi.

Namun, sebelum melewati perbatasan menuju Jakarta, kelimabelas pelajar ini diamankan petugas kepolisian bersama ratusan pelajar lainnya asal Bekasi.

"Baru kali ini, berangkat dari kenarin naik truk estafet enggak bayar," jelas dia.

Aparat Polres Jakarta Utara Amankan Seorang Pendemo yang Positif Konsumsi Sabu

JS bersama rekan satu daerahnya rencananya akan ikut aksi bersama pengunjuk rasa lain di depan Gedung DPR/MPR Jakarta.

Mereka mengaku akan di berada di sana selama satu malam baru kemudian kembali ke Jawa Tengah.

"Enggak ada yang ngajak, niat sendiri, tahu dari instagram, ada ajakan kaya unjuk rasa. Berangkat dari kemarin, kalau yang cowok-cowok dari Semarang semua, saya dari Salatiga," paparnya.

Ketika ditanya soal aksi unjuk rasa yang ingin disuarakan, JS mengaku ingin menyampaikan aspirasi terkait masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Indonesia.

Masalah Karhutla secara tidak langsung telah berdampak pada dirinya. Terutama, karhutla di Pekanbaru, Riau. Sebab, Di sana merupakan daerah asal orangtuanya.

"Orangtua saya jauh di Pekanbaru, saya tinggal di Jawa di asrama, itu hutan-hutan di Riau dibakar, orangtua tinggal ibu aja tinggal di sana (Pekanbaru)," jelas dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved