Breaking News:

Jumlah Korban Demo Tolak RKUHP Mencapai 500 Orang, Mayoritas dari Masyarakat

Musyafak menuturkan luka yang diderita pengunjuk rasa didominasi gas air mata, sementara aparat yang terluka didominasi lemparan batu.

Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kapusdokkes Polri Brigjen Musyafak saat memberi keterangan di RS Polri Kramat Jati, Rabu (2/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri mencatat sekitar 500 korban luka akibat demo penolakan RKUHP berujung kerusuhan di seluruh Indonesia.

Kapusdokkes Polri Brigjen Musyafak mengatakan kisaran jumlah korban tersebut merupakan total korban dari masyarakat pengunjuk rasa dan aparat yang bertugas.

"Kurang lebih 400-500, Polisi dan masyarakat. Itu data yang masuk ke saya. Barangkali bisa lebih, kalau kurang tidak mungkin. Karena kami dapat dari wilayah. Dari Kabid dokter di wilayah," kata Musyafak di RS Polri Kramat Jati, Rabu (2/10/2019).

Secara keseluruhan, jumlah korban dari masyarakat pengunjuk rasa yang menolak pengesahan RKUHP lebih banyak dibanding aparat.

Musyafak menuturkan luka yang diderita pengunjuk rasa didominasi gas air mata, sementara aparat yang terluka didominasi lemparan batu.

"Praktis karena pesertanya saja (lebih) banyak masyarakat, antara petugas sama pengunjuk rasa. Memang banyak pengunjuk rasa, sebagian besar tadi. Gas air mata," ujarnya.

Gerindra Siap Bersaing dengan Golkar untuk Raih Posisi Ketua MPR

Pemprov DKI Bantu Biaya Pengobatan Faisal Amir, Mahasiswa Korban Kerusuhan di DPR

Merujuk hasil laporan yang diterima Kabiddokkes Polda di berbagai wilayah, Musyafak menyebut jumlah korban di wilayah Polda Metro Jaya lebih banyak.

Meski lebih banyak dibanding wilayah lain, jenis luka yang diderita pengunjuk rasa dan aparat sama dengan korban di wilayah lain.

"Paling banyak barangkali di wilayah Polda Metro Jaya. Tapi ya itu, paling banyak kena gas air mata. Dari aparat kena lemparan batu, penunjuk rasa kena gas air mata," tuturnya.

Sebagai informasi, di Kendari tercatat dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) meninggal, sementara di Jakarta tercatat satu warga yang disebut perusuh meninggal.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved