Pemkot Jakarta Pusat Serahkan 14 Gerobak untuk PKL di Sekitar Masjid Sunda Kelapa

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, menyebut para PKL harus menjaga kebersihan agar pengunjung merasa nyaman.

Pemkot Jakarta Pusat Serahkan 14 Gerobak untuk PKL di Sekitar Masjid Sunda Kelapa
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi (tengah) dan Direktur UMKM dan Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi (paling kanan), saat menyerahkan gerobak PKL di dekat Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada pukul 09.30 WIB, Kamis (3/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Pemerintah kota Jakarta Pusat menyerahkan 14 gerobak untuk pedagang kaki lima (PKL) di dekat Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat, pada pukul 09.30 WIB, Kamis (3/10/2019).

Kegiatan tersebut dilakukan bersama pihak Bank DKI yang berfungsi sebagai pihak pendukung dari sektor pendanaan dan pengadaan gerobak.

"Hari ini kami menyerahkan 14 gerobak untuk PKL. Ini merupakan kerja sama dengan Pemkot Jakarta Pusat dan Pemprov DKI," kata Direktur UMKM dan Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi, di lokasi.

Babay, sapaannya, menyebut penyerahan gerobak tersebut bersifat kredit yang diberikan kepada PKL.

"Itu khusus kredit yang mikro dan bentuk peran Bank DKI untuk membantu para pedagang," ujarnya.

Pamitnya PKL ke Cirebon, Siswa SMKN 4 Kuningan Diamankan Polres Jakut saat Hendak Demo Ke DPR

Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, menyebut para PKL harus menjaga kebersihan agar pengunjung merasa nyaman.

Terlebih, lanjutnya, pengunjung yang biasa datang ke tempat PKL di dekat Masjid Sunda Kelapa ini didominasi para pekerja kantoran.

Bahkan, tempat PKL tersebut menjadi ikon kuliner di sekitaran Jakarta Pusat.

"Tempat PKL di sini harus lebih daripada yang lain. Pengunjungnya orang kantor. Ini menjadi kebanggaan dan ini ring satu," ucap Irwandi.

Pemkot Jakarta Pusat, kata Irwandi, diimbau oleh Pemprov DKI agar mengayomi para pedagang.

Karenanya, lanjut dia, para PKL juga sebaiknya harus kooperatif untuk menuruti aturan yang berlaku. Minimal menjaga kebersihan lokasi berjualan.

"Kami tidak akan mengusir pedagang, tapi mengayomi pedagang. Kalau ada pedagang yang tidak ikut aturan, ya silakan keluar. Tapi kalau mereka ikut aturan, akan kami bantu fasilitasi untuk membenahi diri," ujarnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved