Rusuh di Papua

Trauma Lihat Kerusuhan, Ronah Bersyukur Diselamatkan Warga Asli Wamena

Ronah (28), satu pengungsi kerusuhan Kota Wamena asal Sumatera Barat mengaku masih trauma akibat ulah perusuh.

Trauma Lihat Kerusuhan, Ronah Bersyukur Diselamatkan Warga Asli Wamena
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Ronah saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Kamis (3/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Ronah (28), satu pengungsi kerusuhan Kota Wamena asal Sumatera Barat mengaku masih trauma akibat ulah perusuh.

Selama delapan tahun merantau di Wamena bersama keluarganya, Ronah mengatakan ulah kelompok perusuh kali ini merupakan yang paling parah.

"Belum berpikir mau balik lagi, sangat trauma sekali. Dulu biasanya hanya lempar batu dan teriak-teriak. Tapi sekarang sangat anarkis, mencekam. Saya mau tinggal di kampung saja dulu, di Padang," kata Ronah di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (3/10/2019).

Saat kejadian sekira pukul 10.00 WIT dia hendak mengantar anaknya pergi sekolah, namun tiba-tiba mendengar teriakan panik warga.

Mendengar teriakan panik dan seruan menyelamatkan diri warga, tanpa pikir Ronah bergegas menyelamatkan diri bersama keluarganya

"Kemudian jam 10 pagi pendemo sudah bakar-bakar. Tiba-tiba saja membakar enggak tahu kenapa, tapi saya dengar mereka teriak 'Papua Merdeka, Papua Merdeka, bakar, bakar!', begitu kata mereka (perusuh)," ujarnya.

Tak hanya membakar rumah, perusuh juga menjarah seluruh harta benda, termasuk warga asli Wamena yang ikut mengungsi.

Beruntung bersama ratusan pendatang dari Jawa, Sulawesi, Sumatera Utara dan Barat Ronah diselamatkan warga asli Wamena ke asrama Gereja.

Terungkap Alasan Laga Persija Jakarta Vs Borneo FC Kembali Ditunda

Beda dengan Mama Rieta yang Bergelimang Harta, Ini Nasib Ayah Nagita Slavina demi Mencari Rezeki

"Kalau masyarakat sekitar kami, mereka malah membantu, orang asli wamena yang tetangga kami yang menyelamatkan kami. Dia bawa kami ke asrama," tuturnya.

Selain melihat kerusuhan yang merenggut sembilan warga Sumatera Barat, ludesnya harta benda jadi pertimbangan urung berniat kembali ke Wamena.

Ronah mengatakan situasi baru mereda saat aparat gabungan menyisir lokasi kerusuhan guna membantu warga menyelamatkan diri.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved