Politik Gagasan Partai NasDem Bukan Hanya Gimik

politisi NasDem Willy Aditya mengatakan esensi politik tidak hanya terus menerus berbicara tentang kemenangan.

Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA
Politikus Partai NasDem Willy Aditya dalam acara diskusi terbuka bertajuk "Politik Gagasan di Era Post Ideologi" yang merupakan rangkaian dari persiapan untuk memeriahkan Kongres ke-II Partai NasDem ini menghadirkan dua pengamat politik yaitu Yunarto Wijaya dan Djayadi Hanan. 

TRIBUNENWS.COM, JAKARTA - Politik gagasan bukan sekedar instalansi kemewahan dalam demokrasi.

Berdirinya Republik Indonesia diawali melalui politik gagasan yang dibawa oleh para founding fathers bangsa baik itu Soekarno maupun Tan Malaka dan Sutan Syahrir.

Lestari Moerdijat: Satu-satunya Wanita dari 10 Pimpinan MPR RI, Begini Pujian Surya Paloh

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh politisi NasDem Willy Aditya dalam acara diskusi terbuka bertajuk "Politik Gagasan di Era Post Ideologi" yang digelar di salah satu cafe di Jakarta Pusat.

Selain Willy, diskusi yang merupakan rangkaian dari persiapan untuk memeriahkan Kongres ke-II Partai NasDem ini menghadirkan dua pengamat politik yaitu Yunarto Wijaya dan Djayadi Hanan.

"Politik gagasan itu tak sekadar instalasi kemewahan, bukan hanya gimik," ujar Willy.

Dia menilai, esensi politik tidak hanya terus menerus berbicara tentang kemenangan.

Sebaliknya, politik justru harus merealisasikan tujuan pembangunan dan kemajuan bangsa.

Willy menyebut NasDem hadir untuk memberikan keadilan dan kebahagiaan kepada masyarakat.

"Sampai ke Gedung Senayan yang harusnya membicarakan kebijakan namun orang hanya bicara kemenangan. Hanya berpikir how to defend my position," ujarnya.

Sementara dosen ilmu politik Universitas Paramadina, Djayadi Hanan menambahkan, fokus ke politik gagasan ini bisa ditempuh oleh NasDem. Namun beberapa tantangan harus dilewati.

Misalnya bagaimana menghadirkan partai di tengah-tengah masyarakat.

"Bukan soal ada atau tidak ada gagasan, tapi membangun jembatan kepercayaan antara partai dan masyarakat, saya setuju itu harus dimulai dari partainya," kata Djayadi.

Dia melihat politik gagasan harus ditanamkan lebih komprehensif. Seperti bagaimana NasDem memulai analisis praktikal tentang gagasan selama tiga tahun ke depan.

Di tahun keempat dan kelima, partai bisa melihat gagasan apa yang diterima masyarakat.

Hal tersebut, kata dia, pertama memunculkan pertanyaan lebih awal tentang model gagasan yang bakal diterima masyarakat. Artinya, NasDem perlu menginventarisasi gagasan-gagasan apa saja yang dibutuhkan konstituen.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved