Dibantu Warga Sekitar, Ibu Asal Pangandaran Terpaksa Melahirkan di Pinggir Jalan, Ini Penyebabnya

Seorang ibu hamil asal Pangandaran terpaksa melahirkan di pinggir jalan tanpa bantuan tenaga medis.

Dibantu Warga Sekitar, Ibu Asal Pangandaran Terpaksa Melahirkan di Pinggir Jalan, Ini Penyebabnya
Tangkapan Layar Kompas.com
Warga membantu ibu hamil, Yati, warga Gunung Singkup, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran yang melahirkan di pinggir jalan, Jumat pagi (4/10/2019). 

Selain itu ada warga yang membantu mengabari bidan desa.

Bidan desa juga datang untuk membantu proses persalinan.

Tapi, Kepala Puskesmas Langkaplancar, Yana Taryana menuturkan, ketika bidan desa sampai di lokasi posisi bayi sudah di luar.

"(Tapi, setelah mereka datang), posisi bayi sudah di luar," ujar Yana.

Dukun beranak dan bidan desa hanya kebagian tugas memotong tali pusar sang bayi.

Sorak-sorai dan keriuahn warga tiba-tiba terjadi setelah bayi tersebut lahir dalam keadaan selamat.

Alasan Keluarga Elvy Sukaesih Tak Beri Izin Dhawiya Temui Suaminya yang Tertangkap Narkoba

Perasaan lega dan bahagia seolah dirasakan oleh semua orang yang membantu proses persalinan Yati.

Bayi yang dilahirkan Yati berjenis kelamin perempuan, dna beratnya 3,8 kilogram.

Yana mengatakan, Yati memang memiliki riwayat mudah bersalin.

Anak pertamanya pun lahir dengan proses persalinan yang mudah.

"Riwayat anak pertamanya juga begitu, tak lama setelas mulas langsung keluar. Mudah bersalin," jelas Yana.

Pulang pakai tandu sederhana

Usai melahirkan di pinggir jalan, Yati pulang ke rumahnya.

Hal itu diputuskan keluarga mengingat lokasi Yati lebih dekat denagn rumahnya daripada harus ke Poskesdes.

Diketahui jarak rumah Yati ke Poskesdes sekitar 5 kilometer.

"Jarak rumah Bu Yati ke poskesdes 5 kilometer. Dia sudah menempuh perjalanan dari rumah ke lokasi lahiran 1,5 kilometer. Dibawa ke poskesdes kasihan (lebih jauh)," kata Yana.

Dianggap Kian Galak Kritisi Jokowi oleh Ruhut Sitompul, Rocky Gerung: Saya Cuma Interupsi Kedunguan!

Yati dibawa pulang ke rumah dengan menggunkan tandu.

Tandu yang dipakai untuk membawa Yati pun sederhana.

Tandu itu terbuat dari sarung yang dipasangi bambu di atasnya untuk menopang tubuh Yati.

Yana mengatakan, sebetulnya terdpat Ambulans di Puskesmas, tapi jarak Puskesmas ke lokasi melahirkan Yati cukup jauh dan memakan waktu.

"Ambulans sebenarnya siap siaga. Hanya posisinya ada di puskesmas, di poskesdes tidak ada ambulans. Jarak lokasi ke puskesmas sekitar 10 kilometer, cukup jauh," ujar Yana.

Bidan desa kemudian melakukan perawatan ke rumah Yati.

Yana mengaku, bersyukur pada proses persalinan tersebut, ibu dan anaknya selamat.

(Sumber: TribunJakarta/Kompas.com)

Penulis: Muji Lestari
Editor: Kurniawati Hasjanah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved