Breaking News:

Sugiman Pria Paruh Baya Penjual Koran di Pulogadung, Ditinggal Anak Angkat & Senang Bertemu Orang

Sugiman merupakan kakek dua cucu yang merantau dari Madiun Jawa Timur ke Jakarta pada tahun 1962.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Sugiman, kakek penjual koran di kawasan Pulogadung, Jakata Timur, Senin (7/10/2019) 

Langkah yang perlahan dengan tas gemblok serta tangan membawa sekitar 100 koran sudah menjafi aktivitasnya. Mulai dari pukul 07.00 WIB, dirinya sudah keluar rumah untuk mengambil koran di kawasan Kebun Singkong.

Tak ada keluhan yang keluar dari bibirnya. Ia selalu ikhlas menghadapi semuanya dan menyapa pembeli dengan ramah, namun suaranya cukup pelan.

"Saya pernah ditawarkan untuk pakai sepeda, saya bilang enggak mau. Saya suka jalan begini dan masih kuat. Kalau begini kan ketemu orang banyak. Saya senang seperti ini. Jadi enggak pernah ada yang larang," jelasnya.

Dalam sehari, ia selalu membawa 100 koran yang dijual dengan harga Rp 4 ribu. Dari tiap koran yang dijualnya, ia mengaku hanya mendapatkan untung Rp 1 ribu.

Kendati demikian, ia tetap menyukai pekerjaan. Terlebih ia menuturkan banyak dipertemukan dengan orang baik.

"Banyak yang baik sama saya. Dia beli koran tapi bayarnya lebih. Dia bilang buat saya ambil aja. Saya cuma bisa bilang alhamdulillah dan terima kasih," ungkapnya.

Selain orang baik, Sugiman juga mengatakan ada yang jahat padanya. Hal itu terjadi pada dua atau tiga tahun lalu.

"Ada yang jual koran juga di sini (sekitaran UNJ). Saya enggak punya salah, enggak ganggu dia. Dia dorong saya sampai jatuh. Abis situ diomelin orang-orang. Sampai sekarang dia masih benci sama saya," tutupnya.

Setiap harinya, Sugiman berjualan koran mulai pagi hingga menjelang malam. Ia selalu beristirahat sebelum pulang di Kampus A UNJ.

Setelah itu, dari UNJ ia pulang dengan memesan bajaj langganannya dari sekitar lokasi menuju rumah. Untuk sekali ongkos pulang ia mengeluarkan uang sebesar Rp 15 ribu.

Dalam sehari, ia biasanya juga memperoleh penghasilan sebesar Rp 500 ribu. Jumlah tersebut masih kotor dan belum digunakan untuk modal berjualan esok hari.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved