Warga Setu Tangsel Terpaksa Mandi di Air Kali Karena Kekeringan: Biar Kotor Tapi Jadi Segar

Warga Kampung Koceak, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa mandi menggunakan air kali yang dirembes ke sebuah kolam, karena kekeringan

Warga Setu Tangsel Terpaksa Mandi di Air Kali Karena Kekeringan: Biar Kotor Tapi Jadi Segar
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sejumlah warga saat memanfaatkan Kali Cihoe untuk mandi dan mencuci pakaiaan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Warga Kampung Koceak, Kranggan, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel) terpaksa mandi menggunakan air kali yang dirembes ke sebuah kolam, karena kekeringan berkepanjangan.

Air tersebut keruh dan warnanya cebderung hijau, walaupun sudah melalui proses perembesan.

Satu di antara warga Koceak tersebut adalan Suparman.

Ia merupakan pekerja serabutan yang kerap mendapat kerjaan terkait pembongkaran atau pembangunan rumah.

Saban pagi, ia harus mandi agar membuatnya segar bekerja, namun karena air yang digunakannya tidak benar-benar bersih, justru banyak kotoran di tubuhnya.

"Ya mandi pakai air ini. Ada kotoran, kaya tanah gitu," ujar Suparman sambil menggosokkan kulitnya di depan kolam tersebut, Selasa (8/10/2019).

Empat Bulan Kekeringan, Warga Tangsel Mandi dan Cuci Pakaian Pakai Air Kali

Ia menambahkan, "Ya tapi dari pada enggak mandi, mendingan gini dah pakai air kotor juga."

Suparman mengatakan, ada juga warga yang mengalami sakit kulit karena mandi pakai rembesan air kali itu.

"Ada juga yang sakit kulit, karena mungkin belum terbiasa," ujarnya.

Bahkan ada yang sampai membeli air galon isi ulang untuk mandi.

"Ada juga yang beli isi ulang, kan lumayan satu galon bisa Rp 6 ribu, sehari bisa empat galon," ujarnya.

RBS29 Sewa Dua Lantai Apartemen Robinson Untuk Tempat Judi, Warga Syok, Padahal di Bawah Ada Gereja

Kolam berbentuk persegi seukuran 1x1 meter, dan sedalam tiga meter itu sengaja dibuat warga untuk menampung air kali.

Hal itu karena tidak ada sumber air lain lagi di kampung Koceak. Keran-keran di rumah warga tak keluar air.

Puluhan kepala keluarga bergantung dengan sumber air yang juga sudah terkontaminasi limbah rumah tangga itu. (*)

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Suharno
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved