Penasaran Sebab Masyarakat Simeulue Aceh Namakan Ini Memek? Rasanya Manis

Memek merupakan olahan beras ketan yang dikeringkan dan disangrai hingga meletus seperti popcorn.

Penasaran Sebab Masyarakat Simeulue Aceh Namakan Ini Memek? Rasanya Manis
Kompas.com/ gabriella wijaya
Memek merupakan salah satu makanan khas Simeulue Aceh yang dinobatkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia 

TRIBUNJAKARTA.COM- Memek merupakan salah satu makanan tradisional dari Kabupaten Simeulue, Aceh.

Pada pertengahan Agustus 2019 lalu, memek dinobatkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.

Memek sendiri memiliki arti mengunyah dalam bahasa setempat.

"Memek adalah beras ketan yang sudah disangrai. Kalau bahasa kami di sana namanya mengunyah," jelas Sekertaris Dinas Pariwisata Kabupaten Simeulue, Sakya Dewi, di Pekan Kebudayaan Nasional di Istora, Senayan Jakarta, Selasa (8/10/2019).

VIDEO Viral Batu Segede Gajah Melayang Hancurkan Bangunan Warga Kampung Cihandeleum

Memek merupakan olahan beras ketan yang dikeringkan dan disangrai hingga meletus seperti popcorn.

Teksturnya sedikit keras dan renyah saat digigit.

Tekstur yang keras membuat penikmatnya perlu mengunyah hingga hancur.

Hal inilah mengapa hidangan ini disebut "memek" yang berarti mengunyah.

Kebanyakan masyarakat Simeuleu mengolahnya menjadi bubur. Bubur memek memiliki rasa yang manis.

Bubur ini terdiri dari pisang, memek (beras ketan yang sudah disangrai), santan, dan gula secukupnya.

Proses pembuatan memek merupakan salah satu makanan khas Simeulue Aceh terdapat beras ketan yang sudah disangrai, santan, pisang dan gula pasir.(KOMPAScom / Gabriella Wijaya)
Proses pembuatan memek merupakan salah satu makanan khas Simeulue Aceh terdapat beras ketan yang sudah disangrai, santan, pisang dan gula pasir.(KOMPAScom / Gabriella Wijaya) ()
Halaman
123
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved