Korban Jambret di Matraman Mengalami Kerugian Hingga Rp 25 Juta

Ciri-ciri pelaku pun sudah disampaikan saat membuat laporan, yakni berusia sekira 25 tahun, berkulit hitam, kurus, dan wajahnya terdapat jerawat.

Korban Jambret di Matraman Mengalami Kerugian Hingga Rp 25 Juta
Tribunnews
Ilustrasi Jambret 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Setelah diresahkan kasus maling sepeda motor dan begal pada bulan Agustus 2019 lalu, warga Kecamatan Matraman harus kembali berhati-hati terhadap tindak kejahatan jalanan.

Pasalnya pada Minggu (13/10/2019) sekira pukul 08.00 WIB, Lidya P Hutabarat (68) jadi korban penjambretan di Jalan Matraman Raya saat berangkat ibadah ke Gereja bersama suaminya.

Kerugian akibat tas yang digondol dua pelaku itu pun terbilang besar, yakni sejumlah perhiasan emas dan berlian dengan total kerugian sekira Rp 25 juta.

"Hari itu saya langsung bikin laporan. Pas bikin laporan kata polisinya di Jalan Matraman itu memang sering kejadian kasus jambret dan sebagainya, memang rawan," kata Lidya di Matraman, Jakarta Timur, Senin (14/10/2019).

Dalam laporan yang tercatat di SPKT Polsek Matraman dengan nomor 354/B/X/2019/Sek.Mtr, Lidya menuturkan memang tak terdapat nilai kerugian Rp 25 juta.

Menurutnya ketiadaan nominal tersebut karena petugas yang menerima laporan meminta agar nominal kerugian tak disebut dalam laporan.

"Kalau di laporan yang hilang hanya KTP dan BPJS. Soalnya pas saya tanya sebutin nilai kerugian, petugas bilang yang penting surat-surat untuk dibuat baru. Saya sudah bilang sih barang yang hilang apa saja," ujarnya.

Ciri-ciri pelaku pun sudah disampaikan saat membuat laporan, yakni berusia sekira 25 tahun, berkulit hitam, kurus, dan wajahnya terdapat jerawat.

Keberadaan handphone dalam tas yang digondol pelaku diharap Lidya dapat membantu polisi meringkus kedua pelaku.

Dikritik Soal Transparansi Anggaran, Anies Baswedan: Itu Penggiringan Opini

Palak Penjaga Warung Kelontong, Seorang Pria di Depok Diamankan Polisi

"Mudah-mudahan pelakunya cepat ditangkap, biar enggak ada korban lainnya. Habis kata polisinya di tempat saya kejambretan sering ada kasus yang sama. Mungkin bisa dilacak lewat handphone saya," tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Matraman Kompol Tedjo Asmoro tak membantah atau membenarkan perihal tingkat kejahatan jalanan di Jalan Matraman Raya.

Saat dikonfirmasi, Tedjo justru membantah anggotanya menyarankan Lidya untuk tak memasukkan perhiasan dan total nilai kerugian.

Tedjo juga mempersilakan Lidya untuk membuat laporan kembali ke SPKT Polsek Matraman bila merasa tak puas dengan pelayanan yang diberikan.

"Enggak ada pak anggota bilang begitu, kalau ada emas dan surat-surat penting pasti dibilangin. Kan buat ganti bikin ulang," kata Tedjo.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved