Bulog Berikan 10 Ton Beras Asal Thailand ke Pasar Anyar Tangerang
"Untuk hari ini kami menyerahkan 10 ton beras untuk Kota Tangerang asal Thailand," kata Nana di Pasar Anyar
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Erik Sinaga
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Banten kembali menyambangi Pasar Anyar Kota Tangerang, Selasa (15/10/2019).
Kedatangan Bulog untuk yang kesekian kalinya untuk menggelar Operasi Pasar, memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi Harga Beras di Kota Tangerang.
Kordinator Wilayah Bulog Divisi Regional Banten, Nana menerangkan, pihaknya menyerahkan sebanyak 10 ton beras ke Pasar Anyar Tangerang.
Menurutnya, puluhan ton tersebut didatangkan dari negara tetangga, Thailand.
"Untuk hari ini kami menyerahkan 10 ton beras untuk Kota Tangerang asal Thailand," kata Nana di Pasar Anyar, Kota Tangerang, Selasa (15/10/2019).
Beras yang digelontorkan itu dapat dijual di Pasar Anyar dalam harga Rp 8.500 per kilogramnya.
Menurut Nana, harga di atas diklaim lebih murah dibandingkan harga pasaran yang saat ini sudah menyentuh harga Rp 11.500 per kilogramnya.
"Ini semuanya kita jual tentu untuk menstabilkan harga beras di Kota Tangerang," sambung Nana.
Lanjutnya, operasi pasar dalam rangka menstabilisasi harga ini tak hanya digelar di Pasar Anyar saja.
Namun, rencananya Bulog Divisi Regional Banten juga akan menggelar operasi pasar di kawasan Ciledug, Kota Tangerang.
"Karena stok beras di kami untuk tiga bulan ke depan masih aman. Sekitar dua juta ton masih ada," ungkap Nana.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Herman Suwarman mengatakan, Pemkot Tangerang rajin juga menggelar operasi pasar.
• Timnas Indonesia Vs Vietnam Sebentar Lagi: Susunan Pemain, Link Live Streaming, Pembuktian Simon
• Hasil Denmark Open 2019: Gregoria Mariska Tunjung Kalah Lagi Lawan Pusarla Sindhu
• Hasil Denmark Open 2019: Rinov/Pitha Kalah Karena Ditekan, Praveen/Melati Lolos
Kata dia, pihaknya rutin menjalankan operasi pasar setiap tiga minggu sekali.
Selain untuk menstabilisasi harga, lanjut Herman, operasi pasar juga akan menekan peredaran beras plastik yang berbahaya bila dikonsumsi.
"Kaitan beras plastik, kami sudah adakan survei ke beberapa pasar hampir semua tidak diadakan beras plastik," singkat Herman.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/operasi-pasar-yang-dilakukan-bulog-divisi-banten-menggelontorkan-10-ton.jpg)