Demo di Jakarta
Isu Demo Pelantikan Presiden, Pelajar Jadi Sasaran Utama Razia Pergerakan Massa di Tangerang
Di mana Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota telah menyekat ratusan pelajar yang telah pulang dari Jakarta ke Tangerang dan yang akan bertolak.
Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Aji
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda
TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pendemo berstatus pelajar menjadi sasaran utama penyekatan massa dari Tangerang yang bertolak ke Jakarta untuk demo saat pelantikan calon terpilih Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2019.
Menurut Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Abdul Karim, hal itu berkaca pada kejadian sebelumnya.
Di mana Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota telah menyekat ratusan pelajar yang telah pulang dari Jakarta ke Tangerang dan yang akan bertolak ke ibukota.
"Kemarin ada beberapa sekolah yang banyak di Tangerang yang kita amankan. Beberapa upaya sudah kita lakukan untuk menjaga situasi jangan sampai terjadi lagi pergerakan pelajar," jelas Karim di Mapolrestro Tangerang Kota, Jumat (18/10/2019).
Upaya pencegahan pergerakan massa terhadap pelajar ke Jakarta, aku Karim, sudah dilakukan jauh-jauh hari.
Seperti mengambil alih upacara di sekolah dengan memberikan imbauan bahaya mengikuti demo di Jakarta dan imbauan kepada guru-guru untuk memonitor pergerakan murid didiknya.
"Khususnya di wilayah Kota Tangerang itu kita sampaikan imbauan ke pihak sekolah dari anggota Polri. Juga memberikan pengarahan dan masang spanduk di sekolah-sekolah," ungkap Karim.
Bukan hanya menjadi pekerjaan rumah Polri, mencegah pergerakan pelajar ke Jakarta juga menjadi tugas utama pihak sekolah terutama orang tua.
Pihak sekolah dan orang tua murid diminta berkoordinasi untuk saling memantau pergerakan pelajarnya menjelang pelantikan calon terpilih Presiden RI dan wakilnya alkhir pekan ini.
"Supaya lakukan pengecekan rutin setelah jam pulang sekolah dan berangkat sekolah jam berapa. Komunikasi kepada skeolah itu paling penting dengan orang tua, harus ada komunikasi yang aktif," imbau Karim.
Selain itu, beberapa lokasi Kota Tangerang yang menjadi perbatasan dengan Jakarta pun mendapatkan penebalan pengamanan.
Diantaranya seperti Ciledug, Jatiuwung, Batuceper, dan Sepatan akan mengalami penebalan pengamanan pergerakan massa.
"Empar lokasi itu adalah lokasi-lokasi yang sangat memungkinkan dilintasi pergerakan massa dari Tangerang ke Jakarta. Di samping itu ada beberapa titik yang perlu di jaga semacam objek vital," ungkap Karim.
Beberapa objek vital yang dimaksud adalah pusat keramaian seperti mal, pasar, stasiun, terminal dan tempat yang banyak massa berkumpul.
Penjagaan pergerakan massa jelang pelantikan calon terpilih Presiden RI dan wakilnya akan dijaga oleh seluruh personel Polres Metro Tangerang yang berjumlah 1.500 personel.
"Belum secara utuh jumlahnya, karena malam nanti ada perubahan lagi. Yang jelas dari Polres sendiri ada 1.500 dan itu semua akan tergelar di polsek-polsek," kata Karim.