Sebatang Kara, Ki Maun Jualan Sapu Demi Bertahan Hidup: Makan Sehari Sekali saat Dagangan Tak Laku
Di usia 71 tahun Ki Maun terpaksa berkeliling menjajakan sapu demi bertahan hidup.
Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Muji Lestari
TRIBUNJAKARTA.COM - Di usia 71 tahun Ki Maun terpaksa berkeliling menjajakan sapu demi bertahan hidup.
Di usianya yang telah senja, Ki Maun berjalan berjualan sapu mulai dari wilayah rumahnya di Jalan Bina Marga sampai ke wilayah Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Setelah dari pagi lelah berjualan sapu, malam harinya Ki Maun pulang ke gubuk reotnya.
TONTON JUGA
Tak ada anak ataupun istri, malam-malam Ki Maun hanya ditemani oleh sepi.
Sejak ketiga anak perempuannya beranjak dewasa, mereka memilih ikut tinggal bersama suami.
Ada yang tinggal di Lubang Buaya, Pondok Gede dan Cibinong.
Sementara, istri Ki Maun sudah berpulang ke yang Maha Kuasa sejak lama.
"Istri saya sudah lama meninggal, anak jarang nengokin saya. Jadi kalau pulang keliling sapunya pada enggak laku langsung tidur aja."
• Beberkan 6 Menteri Terburuk, Faisal Basri Sebut Nama Luhut Pandjaitan: Semua Urusan Diambil Alih
TONTON JUGA
"Kalau punya istri kan enak bisa cerita, 'sapu enggak laku nih mah, kita makan apa hari ini ya?'," ungkapnya.
Ki Maun mengatakan bukan tipe orang yang sering keluar jika sudah di rumah.
Ketika sampai di rumah, ia mengatakan biasanya langsung tidur akibat lelah karena seharian berkeliling.
"Rumah saya ma gubuk. Jauh dari mana-mana. Kalau mau ngobrol sama tetangga juga jauh."
"Di situ saya suka sedih. Tapi kalau dipikirin aja malah jadi pusing, makanya saya tinggal tidur aja," tandasnya.

• Dengar Lagu Raffi Ahmad untuk Nagita, Rieta Amalia & Mama Amy Nangis: Ini Caranya Minta Maaf ke Gigi