Kehabisan Ongkos Usai Nonton Konser Musik Untuk Republik, Puluhan Slankers Terlantar di Kota Bekasi

Puluhan Slankers ini datang dari berbagai daerah mulai dari, Indramayu, Pekalongan, Demak, Batang, Kendal dan Jepara.

Penulis: Yusuf Bachtiar | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Puluhan Slankers saat diberikan pembinaan oleh Dinsos Kota Bekasi, Senin (21/10/2019) kemarin. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI TIMUR - Sebanyak 63 orang Slankers (penggemar grup musik Slank) diamankan ke Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bekasi usai kedapatan terlantar di kawasan Stasiun Bekasi, Senin (21/10/2019), kemarin.

Mereka diamankan personel Polres Metro Bekasi Kota lantaran terlihat bergerombol dan dikhawatirkan menggangu ketertiban umum. Puluhan Slankers ini selanjutnya dibawa ke kantor Dinsos Kota Bekasi, Jalan Ir. Juanda, Bekasi Timur.

Cuma Bawa Rp 50 Ribu, Puluhan Slankers Kehabisan Ongkos Usai Nonton Konser

Puluhan Slankers ini nampak dikumpulkan di halaman belakang kantor Dinsos. Mereka diberikan makan dan minum oleh petugas setelah sebelumnya, diberikan pembinaan terlebih dahulu.

Mereka nekat datang ke Konser Untuk Republik yang digelar di Buperta, Cibubur, Jakarta Timur yang menampilkan grup band Slank pada, Minggu, (20/10/2019) kemarin, tanpa ongkos yang memadai.

Padahal, puluhan Slankers ini datang dari berbagai daerah mulai dari, Indramayu, Pekalongan, Demak, Batang, Kendal dan Jepara.

Wahap (16), selama di Jakarta dengan ongkos seadanya, mereka bertahan hidup dengan cara mengamen atau meminta-minta. Hal ini juga yang membuat mereka diamankan ketika bergerombol di sekitar kawasan stasiun.

"Dari Stasiun (Bekasi) siang, dibawa polisi langsung ke sini (Kantor Dinsos)," jelas dia.

Sementara itu, Assami (15), merupakan satu rombongan asal Pekalongan, ia mengaku hanya membawa uang Rp 50 ribu untuk melakukan perjalanan ke Jakarta.

"Udah habis mas (uang/ongkos) buat makan sama jajan,"ujarnya.

Ongkos yang dibawa itu telah habis sebelum ia tiba di lokasi konser. Untuk bertahan hidup, mereka terpaksa melakukan apapun mulai dari mengamen atau meminta-minta.

"Ini tadi mau pulang di Stasiun Bekasi dibawa polisi suruh ke sini, niatnya mau naik kreta ke Cikampek nanti lanjut naik truk," ujarnya.

Datang Dari Luar Kota, Estafet Menggunakan Truk

Puluhan Slankers ini datang dari berbagai daerah mulai dari, Indramayu, Pekalongan, Demak, Batang, Kendal dan Jepara. Mereka berangkat dengan cara estafet menumpang truk hingga ke Jakarta.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved