Kabinet Jokowi Maruf
Prabowo Subianto Dipercaya Jokowi di Bidang Pertahanan: Saya Akan Bekerja Keras
Prabowo Subianto umumkan dirinya akan masuk ke dalam kabinet Jilid II Jokowi-Maruf Amin di bidang pertahanan.
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Siti Nawiroh
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Siti Nawiroh
TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Prabowo Subianto mengumumkan dirinya akan masuk ke dalam kabinet kerja Jilid II Jokowi-Maruf Amin.
Ia tampak mendatangi Istana Kepresidenan sore ini bersama Edhy Prabowo .
Dengan mengenakan kemeja putih dan celana cokelat, Prabowo Subianto menemui Presiden Joko Widodo.
• Belum Diperkenalkan, Apakah Ini Penampakan Snapdragon 865?
Tak lama kemudian, Ketua Umum Partai Gerindra bersama Edhy Prabowo keluar dari Istana Kepresidenan.
Prabowo Subianto mengutarakan apa yang dirinya dan Presiden Joko Widodo bicarakan di dalam.
Dalam mengawali obrolannya dengan awak media, Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya dan Edhy Prabowo diminta Jokowi untuk memperkuat Kabinet Kerja Jilid II.
• Jadi Menteri Jokowi Jilid 2, Begini Saham Nadiem Makarim di Gojek
"Saya dan Edhy Prabowo , kami diminta untuk memperkuat kabinet beliau (Presiden Jokowi)," ujar Prabowo Subianto melansir Kompas.tv, Senin (21/10/2019).
Prabowo Subianto juga menjelaskan, Pantai Gerindra siap membantu apabila diminta oleh Presiden Joko Widodo.

"Hari ini resmi diminta, kami sudah sanggupi untuk membantu," ujarnya.
• Prabowo Subianto Jadi Menteri Pertahanan Kabinet Jilid II Jokowi
Dalam mengatakan pengumuman tersebut, Prabowo Subianto mengaku telah diizinkan oleh Presiden Joko Widodo.
"Saya sudah diizinkan untuk menyampaikan bahwa saya diminta membantu beliau di bidang pertahan," ujar Prabowo Subianto.
Dijelaskan Prabowo Subianto, saat berada di dalam Istana Kepresidenan, Jokowi telah memberikan beberapa arahan.
Prabowo Subianto menegaskan akan bekerja sekeras mungkin atas kepercayaan yang diberikan Presiden Jokowi.
"Saya akan bekerja sekeras mungkin, untuk mencapai sasaran dan harapan yang ditentukan," ucap Prabowo Subianto.
Datang bersama Edhy Prabowo
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil calon menteri Kabinet Kerja jilid ll secara bergantian.
Pantauan di lokasi, Senin (21/10/2019), sekitar pukul 16.05 WIB, Prabowo Subianto yang mengenakan kemeja putih lengan panjang dan celana bahan berwarna krem jalan menuju pintu masuk Istana.
• Nadiem Makarim Jadi Menteri Jokowi, Driver Gojek: Belum Saatnya, Sejahterakan Dulu Mitranya
Prabowo Subianto didampingi Wakil Ketua Umum Gerindra Edhy Prabowo yang turut mengenakan kemeja putih dan celana krem.
Keduanya tidak berbicara satu patah pun kepada awak media dan hanya melambaikan tangan saja.
Sebelumnya, Jokowi telah memanggil sejumlah orang untuk menduduki menteri seperti Erick Thohir, Wishnutama, hingga Pratikno.
Oleh sebab itu, Prabowo menjadi orang ke-12 yang dipanggil Jokowi menjelang pengumuman menteri.
Kata Pengamat soal Prabowo yang berluang untuk diangkat jadi menhan
Pengamat Politik Adi Prayitno mengungkap peluang Prabowo untuk diangkat Jokowi menjadi menhan.
Dilansir TribunWow.com, peluang Prabowo diungkapkan Adi Prayitno dalam siaran langsung kanal YouTube KOMPASTV, Senin (21/10/2019).
Adi Prayitno menyebut kabar Prabowo menjadi menteri sebagai kabar yang sangat ditunggu oleh masyarakat.
"Ini adalah salah satu kabar yang paling banyak ditunggu oleh publik soal apakah Prabowo memang akan menjadi salah satu menteri Jokowi," ujar Adi Prayitno.
"Dan santer terdengar kan Prabowo diplot sebagai Menhan," imbuhnya.

Jika Prabowo benar hadir sore ini atau besok di Istana Negara, maka masyarakat akan semakin yakin bahwa Ketum Gerindra ini akan diangkat menjadi menteri.
"Yang paling menarik paling banyak ditunggu oleh orang bagaimana Prabowo hadir di Istana Negara sore ini atau besok," ujar Adi Prayitno.
"Yang akan semakin menebalkan keyakinan publik bahwa Prabowo akan menjadi salah satu menterinya Jokowi," sambungnya.
Meski Prabowo akan hadir di Istana Negara, ternyata tidak berarti komunikasi koalisi pendukung internal Jokowi-Ma'ruf soal pemilihan menteri ini sudah selesai.
Adi Prayitno menyebut masih ada pihak-pihak yang belum sepenuhnya menerima nama-nama tokoh yang dikabarkan akan menjadi menteri.
"Mestinya sudah selesai, tapi kalau melihat riak-riak kecil yang berkembang, sepertinya belum selesai sepenuhnya," kata Adi Prayitno.
• Pria 29 Tahun Hampiri Wanita di Pinggir Sungai, Korban Kaget Bagian Tubuh Ini Dipegang saat Mandi
Menurut Adi Prayitno, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh belum diajak berdiskusi sama sekali mengenai susunan menteri.
"Misalnya kemarin Pak Ketua Umum NasDem masih mengatakan bahwa belum diajak bicara apapun soal komposisi menteri," tuturnya.
Maka dari itu, Adi Prayitno berpendapat di satu sisi masih ada masalah komunikasi yang menghambat pencalonan menteri Jokowi dari pihak internal.
"Itu artinya di saat mau pengumuman tentang kabinet Jokowi 5 tahun ke depan, masih ada satu partai politik yang merasa tidak engage dan dilibatkan proses penentuan postur kabinet."
• Kisah Slamet Bangkitkan Semangat dan Hidupi 3 Anaknya Usai Kecelakaan
"Itu artinya ada persoalan-persoalan komunikasi yang tersumbat," terangnya.
Di sisi lain, muncul tuntutan agar Jokowi segera mengumumkan nama-nama menteri secepatnya sehingga ada beberapa tokoh yang dipanggil ke istana.
"Tapi karena tuntutan untuk segera mem-publish soal siapa saja calon menteri, maka kemudian hari ini running nama-nama itu," ujarnya.