Kabinet Jokowi Maruf0

Ini Daftar Menteri Jokowi Jilid 1 yang Terpental: Ada Wiranto, Susi dan Jonan

Nama lainnya yang juga terpental adalah Susi Pudjiastuti, yang lima tahun ini menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Editor: Erik Sinaga
(KOMPAS.com/CHRISTOFORUS RISTIANTO)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto saat silaturahmi dengan pegawai Kemenko Polhukam, Jakarta, Sabtu (19/10/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Presiden Jokowi didampingi Wapres Ma'ruf Amin resmi mengumumkan dan melantik para menterinya di Kabinet Indonesia Maju untuk periode pemerintahan lima tahun ke depan, yakni 2019 sampai 2014, Rabu (23/10/2019) pagi.

Dari nama-nama menteri yang diumumkan dan dilantik pagi ini ini di Istana Negara, ada sejumlah nama yang kembali diangkat lagi jadi menteri. 

Ada yang posisinya bertahan. Ada juga yang bergeser mengikuti nomenklatur yang baru.

Sebut saja Airlangga Hartato, dari posisinya semula sebagai Menteri Perindustrian, kini diangkat lagi menjadi Menko Perekonomian.

Begitu juga sosok Muhadjir Effendy. Dari posisi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kini menjadi Menko PMK.

Tak bergeser jauh posisinya adalah Luhut Binsar. Dari posisi Menko Bidang Kemaritiman kini menjadi Menko Kemaritiman dan Investasi.

Menteri-menteri lainnya yang juga bertahan karena dipakai lagi oleh Jokowi di periode 5 tahun pemerintahannya ke depan adalah Pratikno yang ditempatkan sebagai Menteri Sekretaris Negara, lalu Tito Karnavian dari posisi Kapolri menjadi Menteri Dalam Negeri.

Kemudian, Retno LP Marsudi yang masih dipercaya memegang posisi Menteri Luar Negeri, kemudian Yasonna H Laoly yang juga bertahan sebagai Menteri Hukum dan HAM. 

Begitu juga Tjahjo Kumolo dari posisi Mendagri menjadi Menteri PAN-RB.

Berikutnya yang juga bertahan adalah Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan, Basuki Hadimuljono sebagai Menteri PUPR, Budi Karya Sumadi sebagai Menteri Perhubungan.

Lalu,  Siti Nurbaya Bakar yang bertahan sebagai Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Sofyan Djalil yang masih tetap sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik.

Lalu, Bambang Brojonegoro bergeser dari Menteri PPN/Kepala Bappenas menjadi Menteri Riset,  Moeldoko yang tetap bertahan sebagai Kepala Staf Kepresidenan Indonesia dan Pramono Anung yang juga tetap sebagai Menteri Sekretaris Kabinet.

Wiranto, Susi, Djonan Terpental

Di susunan kabinet terbaru yang diumumkan Rabu pagi ini, mereka tidak lagi muncul.

Sebagai Menko Polhukam, Wiranto sempat jadi perbincangan publik ketika tiba-tiba dia dikabarkan mengalami penusukan orang tak dikenal saat berada di Pandeglang.

Wiranto sempat keluar dari perawatan di RSPAD Gatot Subroto pada Sabtu (19/10/2019) siang.

Tak berlama-lama, Wiranto kemudian kembali ke RSPAD dua jam setelahnya.

Menkopolhukam Wiranto menyambangi kantornya di hari terakhir sebagai Menko Polhukam, Sabtu (19/10/2019 usai dirawat di RSPAD, Jakarta Pusat. (Reza Deni/Tribunnews.com)
Menkopolhukam Wiranto menyambangi kantornya di hari terakhir sebagai Menko Polhukam, Sabtu (19/10/2019 usai dirawat di RSPAD, Jakarta Pusat. (Reza Deni/Tribunnews.com) ()

Wiranto meninggalkan RSPAD sementara untuk bersilaturahmi dengan pegawai di Kemenkopolhukam di hari terakhir dia menjadi menteri di kabinet Indonesia Kerja Jokowi-JK.

Wiranto mengaku dirinya masih memerlukan perawatan untuk memulihkan kondisinya akibat penusukan di Pandeglang Banten beberapa waktu lalu.

Keluar sementara dari rumah sakit meski tengah dirawat, Wiranto mengistilahkannya dengan kata "bolos."

Seperti yang diberitakan Tribunnews.com, Wiranto mengaku terpaksa melakukan itu karena ingin menghadiri acara silaturahmi sekaligus perpisahan dengan pejabat dan pegawai di Kantor Kemenkopolhukam menyusul berakhirnya masa tugas Kabinet Indonesia Kerja (KIK) Jilid I.

Ia telah mendapatkan izin dari tim dokter dan ditemani seorang dokter sehingga dibolehkan meninggalkan rumah sakit.

"Saya membolos dalam rangka melaksanakan satu silaturahim pengakhiran tugas Kemenkopolhukam kabinet kerja untuk periode 2014-2019. Saya sampaikan pada teman-teman Kemenkopolhukam bahwa kita telah melakukan suatu misi banyak tugas dan itu semua bisa berhasil," ucap Wiranto dengan suara rendah di Kantor Kemenkopolhukam.

Dalam pidatonya, Wiranto menyampaikan terima kasih kepada para pejabat dan pegawai Kemenkopolhukam yang telah membantu dirinya melaksanakan tugas Menkopolhukam dalam lima tahun terakhir.

"Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Wapres, serta Bapak Wapres terpilih, para menteri kabinet kerja, kepada kepala badan yang telah mendukung dan mendoakan saya," ujarnya.

Susi Joget-joget

Nama lainnya yang juga terpental adalah Susi Pudjiastuti, yang lima tahun ini menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

September lalu, Susi Pudjiastuti telah berpamitan di penghujung masa jabatannya sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan kabinet Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tiba di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, sekira pukul 09.43 WIB, Jumat (11/10/2019).
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tiba di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, sekira pukul 09.43 WIB, Jumat (11/10/2019). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

"Bila ada kesalahan yang tidak disengaja, kadang-kadang sata cukup keras kepala, saya mohon maaf," ujar Susi Pudjiastuti pada Selasa 17 September 2019 lalu seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Setelah masa jabatannya berakhir, video Susi Pudjiastuti saat asyik berjoget viral di Twitter.

Video itu pertama kali dibagikan oleh akun Twitter @AmbarwatiRexy pada Minggu 20 Oktober 2019 pukul 15:55 WIB, setelah pelantikan Jokowi - Ma'ruf Amin.

Dalam video itu, Susi Pudjiastuti asyik berjoget sambil diiringi alunan lagu dari Queen yang berjudul "I Want To Break Free".

Walau banyak digadang-gadang sejumlah kalangan untuk kembali sebagai menteri, tapi Susi Pudjiastuti telah berpamitan.

Hal inilah yang disinyalir bila menteri kesayangan warganet itu tidak lagi dipakai Jokowi.

Saat berpamitan dengan sejumlah awak media, Senin (9/9/2019), Susi mengaku hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf.

"Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf apabila selama kita berinteraksi ada hal-hal yang tidak mengenakkan awak media karena saya orangnya sedikit tengil," kata Susi.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada staf KKP yang selama ini membantunya dalam bekerja.

"Saya berterima kasih atas bantuannya, dukungannya, effort-nya, tanggung jawabnya, komitmennya."

"Sekali lagi saya ucapkan terima kasih," kata dia.

Susi juga berpamitan kepada anggota DPR saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR.

Susi meminta maaf karena dia kerap keras kepala selama lima tahun memimpin KKP.

Ia mengatakan, hal itu perlu dia lakukan karena memiliki obsesi memperbaiki sektor kelautan dan perikanan Indonesia.

"Walaupun saya dikenal tukang nembakin kapal, saya menjalankan amanah, bukan untuk pribadi," kata dia.

"Dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf. Saya tidak pernah berpengalaman jadi menteri sebelumnya, jadi mohon maaf," kata dia.

Darmin Nasution Juga Terpental

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution juga ikut terpental dari kabinet yang sekarang. Sayangnya, tidak diketahui secara persis apa alasannya. 

Namun, bila melihat usia, menteri kelahiran Tapanuli itu kini berusia 70 tahun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution (Kompas.com)

Di sisi lain, Menko Darmin baru saja mengundang 10 menteri ke Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (18/10/2019).

Di acara tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan rasa terima kasih pada Darmin.

"Matur Nuwun, terima kasih Pak Darmin. Kita semua kehilangan...," ujarnya di hadapan Darmin dan sejumlah menteri.

Entah apa maksud di balik kata-kata Sri Mulyani di akhir masa Kabinet Kerja Jilid 1 itu.

Namun, ia sempat menyinggung kata-kata perpisahan.

"Kalau dari sisi pertemanan saya dengan Pak Darmin ya enggak akan pernah pisah."

"Terus menerus akan silaturahmi, akan terus berjalan," kata Sri Mulyani, dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com.

Ignasius Jonan Juga Tak Dipakai

Ignasius Jonan juga masuk dalam daftar menteri yang diprediksi tidak akan dipakai lagi oleh Jokowi.

Alasannya, mantan Dirut PT KAI itu pernah ditegur Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (8/7/2019).

Teguran ini diberikan karena impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.

Menteri ESDM Ignasius Jonan ketika meninjau pasokan listrik di Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di kawasan Gandul, Cinere, Kota Depok, Jumat (12/4/2019).
Menteri ESDM Ignasius Jonan ketika meninjau pasokan listrik di Pusat Pengatur Beban (P2B) Jawa-Bali di kawasan Gandul, Cinere, Kota Depok, Jumat (12/4/2019). (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Pada data Badan Pusat Statistik (BPS), terlihat ada penurunan nilai impor Januari-Mei mencapai 9,2 persen dibanding tahun sebelumnya.

""Hati-hati di migas Pak Menteri ESDM, yang berkaitan dengan ini," kata Jokowi, dikutip dari Kompas.com.

Rini Soemarno Digantikan Erick Thohir

Senasib dengan Jonan, Rini Soemarno juga tidak lagi dipakai di Kabinet Indonesia Maju. Rini pernah kena tegur Jokowi dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Senin (8/7/2019).

Sehingga, diduga, Rini tidak akan menjadi 'pembantu' Jokowi lagi.

Kedua menteri ini ditegur terkait impor yang tinggi di sektor minyak dan gas.

Menteri BUMN, Rini Soemarno (tengah), ditemani oleh Direktur Jasa Raharja Budi Rahardjo (kanan) saat menghadiri acara pelepasan mudik bareng BUMN 2019, di area GBK Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2019).
Menteri BUMN, Rini Soemarno (tengah), ditemani oleh Direktur Jasa Raharja Budi Rahardjo (kanan) saat menghadiri acara pelepasan mudik bareng BUMN 2019, di area GBK Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2019). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

"Bu menteri BUMN yang berkaitan dengan ini karena rate-nya yang paling banyak ada di situ," kata Jokowi.

Selain itu, ekonom Faisal Basri menyebut, Rini wajib diganti karena kerap 'ngaco.' Menurut Faisal Basri, Rini menerapkan konsep holding tunggal yang tidak jelas.

"Semuanya di-holdingkan sama dia dan kriteria holding-nya tidak jelas. Induk holding-nya, nggak jelas juga," kata Faisal.

Faisal juga mengungkapkan 'dosa' Rini Soemarno lainnya yaitu memanfaatkan BUMN untuk tujuan tidak produktif.

Enggartiasto Lukita Ikut Terpental

Nama Enggartiasto Lukita juga masuk dalam daftar menteri lama yang tidak akan dipertahannya. Ia diduga tersandung dalam kasus korupsi.

Politikus NasDem itu beberapa kali dipanggil penyidik KPK untuk bersaksi dalam kasus dugaan suap terkait kerja sama penyewaan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG).

Namun, panggilan itu belum terpenuhi.

KPK telah menggeledah kantor Kementerian Perdagangan, termasuk ruang kerja Enggar, dan menyita sejumlah dokumen terkait dengan perdagangan gula rafinasi.

Lukman Hakim Saifuddin Juga Tak Dipakai

Sama halnya dengan Enggar, Lukman Hakim Saifuddin juga berpeluang tipis untuk dipertahankan di kabinet Jokowi.

Lukman pernah diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait seleksi jabatan di Kemenag Jawa Timur.

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin di kantor Kemenag RI, MH.Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2019). (Rina Ayu/Tribunnews.com)
Dalam kasus ini, mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka.

Lukman disebut menerima Rp 70 juta dalam kasus suap jual beli jabatan di Kemenag ini. PPP pun mengakui tak mengusulkan nama Lukman sebagai menteri di kabinet berikutnya.

Amran Sulaiman Juga Tak Masuk List

Andi Amran Sulaiman juga menjadi menteri yang tidak masuk di Kabinet Indonesia Maju begitu jabatannya sebagai Menteri Pertanian periode 2014-2019 berakhir.

Andi Amran Sulaiman mengaku dirinya lega lantaran jabatannya sebagai menteri segera usai.

Demi menyambut habisnya massa jabatannya sebagai Mentan RI, Amran dan keluarga sempat menggelar ramah tamah di Botani Square, Kota Bogor.

Amran mengaku ingin menikmati hari-hari tenang. "Kami membiarkan dulu menormalkan tekanan darah, kemudian rasanya hari ini lega," kata Amran, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Minggu (20/10/2019).

Melalui Spanduk, Isi Pesan Dimaksudkan untuk Jokowi-Maruf Amin

Diimbau untuk Turun, Empat Orang Pemanjat Patung Bundaran HI Tetap Bertengger

Ketika Prabowo Beri Hormat Saat Dikenalkan Jadi Menhan, Jokowi: Beliau Lebih Tahu Daripada Saya

Amran mengaku bahwa selama menjabat menjadi Mentan RI dalam 5 tahun terakhir ini ia cukup sulit.

Ia tak banyak memiliki waktu untuk berkumpul bersama keluarga.

Bahkan istri dan anak-anaknya juga mengeluhkan dirinya yang jarang berkumpul dengan keluarga.

Dalam sambutannya di atas panggung di acara ramah tamah itu, Amran mengaku sempat ditanyai seseorang yang digadang-gadang akan menggantikan jabatan dirinya sebagai Mentan.

Pertanyaan itu, lanjut dia, adalah terkait hari libur saat dirinya selama menjabat sebagai menteri.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Wiranto, Jonan, Susi dan Amran Sulaiman Terpental, Tak Muncul di Tim Kabinet Indonesia Maju

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved