Breaking News:

Keberhasilan Enggartiasto Diharapkan Bisa Dilanjutkan Mendag Agus Suparmanto

Pada periode pertama 2014-2019, Presiden Joko Widodo, Indonesia telah membuka sejumlah jalur perjanjian perdagangan internasional.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita saat meresmikan Indonesia Great Sale 2019 di TangCity Mall, Rabu (14/8/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pada periode pertama 2014-2019, Presiden Joko Widodo, Indonesia telah membuka sejumlah jalur perjanjian perdagangan internasional.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan juga dinilai berhasil menjaga stabilitas harga pangan.

Keberhasilan tersebut dinilai pengamat tidak lepas dari sosok Enggartiasto Lukita yang kurang lebih tiga tahun mengisi posisi menteri perdagangan di periode pertama pemerintahan Jokowi.

Direktur Eksekutif Lembaga untuk Transparansi dan Akuntabilitas Anggaran (LETRAA) Yenny Sucipto menilai Enggar telah membuka pintu untuk internasional lebih baik. Ini menaikan bargaining positition (posisi tawar) Indonesia di regional dan internasional.

Ia menilai apa yang dikerjakan Enggar sudah baik.

"Tinggal analisis kontalasi di tingkat internasional. Harus meningkatkan bargaining. kita jangan menjadi bagian yang pasif. Harus memiliki bargain kuat dalam perdagangan internasional," kata Yenny kepada wartawan, Kamis (24/10/2019).

Dikatakan Yenny pemerintah di periode kedua Jokowi harus tetap memperhatikan daya saing Indonesia yang masih lemah.

Karena bentuk persyaratannya terlalu mudah, grade Indonesia kalah dengan negara lain seperti perjanjian G to G memberikan kebutuhan persyaratan untuk Indonesia.

Terlebih, lanjut dia, beberapa analisis kadang tidak memperhatikan itu.

Menteri perdagangan selanjutnya, Agus Suparmanto, kata dia, juga harus meniru yang telah dicapai oleh Enggar.

Halaman
123
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved