Polisi Ungkap Jenis Senjata Api Rakitan Milik AS yang Dibeli di Toko Online

Tersangka pemilik senjata api rakitan, AS (39), telah diamankan pihak Polsek Metro Kemayoran Jakarta Pusat.

TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Barang bukti berupa senjata api rakitan beserta amunisi atau peluru milik AS, yang diamankan pihak Polsek Metro Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMAYORAN - Tersangka pemilik senjata api rakitan, AS (39), telah diamankan pihak Polsek Metro Kemayoran Jakarta Pusat.

Kapolsek Metro Kemayoran, Kompol Saiful Anwar, menyatakan senjata api (senpi) rakitan milik AS berjenis revolver.

"Senpi Rakitan yag dimiliki AS ini berjenis revolver," kata Saiful, sapaannya, saat konferensi pers di kantor Polsek Metro Kemayoran, Kamis (31/10/2019).

Selain senpi rakitan, kata Saiful, terdapat sejumlah barang bukti lain milik AS.

Di antaranya empat butir peluru dan dua selongsong.

Kemudian, sambungnya, AS kedapatan membawa spare parts atau onderdil senpi rakitan.

"Lalu ada satu buah tas warna cokelat berisi satu bungkus rokok," ucap Saiful.

Bungkus rokok tersebut, lanjutnya, berisi cangklong atau pipa lengkung untuk mengisap sabu-sabu.

"Cangklong untuk mengisap sabu. Lalu ada dompet warna cokelat, jam tangan, korek api, charger handphone, dan satu unit motor Yamaha Nmax warna putih bernomor polisi B-4007 BOR. STNK-nya ada," ujar Saiful.

AS Beli Senpi Rakitan melalui Toko Online

Tersangka pemilik senjata api rakitan, AS (39), diamankan pihak Polsek Metro Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).
Tersangka pemilik senjata api rakitan, AS (39), diamankan pihak Polsek Metro Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019). (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

AS membeli senjata api rakitan melalui toko online hanya untuk bergaya.

"Saya beli di toko online, cuma buat gaya-gayaan," kata AS, saat konferensi pers di kantor Polsek Metro Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (31/10/2019).

Harga senjata api (senpi) rakitan tersebut, lanjut AS, dibeli seharga Rp 2,5 juta.

"Saya beli harganya dua setengah juta (Rp 2,5 juta)," ujar AS.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved