Hindari Stroke dengan Menjaga Pola Makan dan Olahraga Teratur

Pada acara World Stroke Day 2019 di Eka Hospital, Herianto berbicara tentang pentingnya pengetahuan tentang kesembuhan stroke dan fase 'new normal'.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir
World Stroke Day 2019 di Eka Hospital BSD Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (2/11/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG - "Jadi apapun itu yang namanya stroke InsyaAllah bisa disembuhkan, saya bilang tegas bisa," ujar Herianto, dokter spesialis Eka Hospital BSD Serpong, Tangerang Selatan, saat menjawab pertanyaan awak media tentang apakah penyakit strok bisa disembuhkan atau tidak, Sabtu (2/11/2019).

Pada acara World Stroke Day 2019 di Eka Hospital, Herianto berbicara tentang pentingnya pengetahuan tentang kesembuhan stroke dan fase 'new normal'.

Herianto menegaskan bahwa penderita stroke bisa sembuh, namun untuk mencapai kondisi normal yang baru atau 'new normal'.

"Normalnya orang pasca-stroke beda dengan orang yang tidak pernah stroke."

"Stroke itu seperti proses usia. Setiap nambah satu tahun usia normalnya kita sama ga? Enggak. Tapi kalau perubahan karena usia, gradual, pelan, mungkin tidak terasa. Kalau strok mengakibatkan penurunan stamina yang berbeda, itu yang penting," paparnya.

Pengetahuan akan 'new normal' itu yang perlu diketahui oleh pasien ataupun keluarganya.

Kondisi penderita stroke akan sembuh dalam arti membaik. Namun stamina tubuh akan berbeda dengan kondisi sebelum seseorang mengalami stroke.

"Ini yang kami selalu motivasi kepada pasien kita. Membaik InsyaAllah membaik, tapi kita harus pahami, pemulihan pasca-stroke itu bagian dari pada usia kita. Kita harus menemukan titik normal yang baru," jelasnya.

Herianto juga berbicara tentang tips agar terhindar dari penyakit di bagian otak itu.

Lebih dulu ia menggarisbawahi bahwa setiap orang pada usia berapapun berpotensi terserang stroke bahkan sejak bayi.

"Usia memang tidak bisa kita modifikasi. Semakin usia kita menambah risiko terkena stroke meningkat. Secara statistik, 50% lebih penderita stroke itu terjadi di atas 50 tahun. Tetapi tidak ada usia yang steril dari stroke, bahkan pada bayi baru lahir. Ada tapi sangat jarang," jelas.

Kios Bensin Eceran di Rawamangun Terbakar, Pemilik Mengalami Luka Bakar

Jelang Persija Vs Tira Persikabo, Edson Tavares Bertekad Cetak Sejarah Hingga Ambisi Raih Tiga Poin

Paling tidak ada empat hal yang harus diperhatikan agar terhindar dari stroke.

"Pertama adalah jaga pola makan kita. Tidak berlebihan, secukupnya, rendah karbo, rendah lemak," ujarnya.

Kedua adalah aktivitas dan olahraga teratur. Ketiga Menjadi kunci yang penting, karena yerkait pengenalan tubuh: faktor risiko.

"Kenali faktor risiko yang ada di dalam tubuh kita. Setiap orang memiliki faktor risiko sendiri-sendiri, kolestrol darah tinggi dan lain lain," ujarnya.

Terakhir adalah kontrol. Setiap orang melakukan kontrol sesuai faktor risiko masing-masing.

"Semua orang memiliki profil risiko," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved