ART Tewas Diterkam Anjing

Polisi Belum Tentukan Jadwal Gelar Perkara Kasus ART yang Tewas Diterkam Sparta

"Belum nanti dikabari ya," singkat Budi saat dikonfirmasi di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (6/11/2019).

Polisi Belum Tentukan Jadwal Gelar Perkara Kasus ART yang Tewas Diterkam Sparta
Instagram @anubisthebelgianmalinois
Bima Aryo 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah menyatakan terdapat unsur tindak pidana dalam kasus tewasnya Yayan (35) akibat diterkam anjing milik Bima Aryo, Sparta.

Namun hingga kini penyidik Unit Reskrim Polsek Cipayung urung melakukan gelar perkara dalam kasus yang membuat ibu Bima Aryo jadi terlapor.

Dikonfirmasi terkait jadwal gelar perkara, Kanit Reskrim Polsek Cipayung Iptu Esti Budi Setyanta mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kapan gelar perkara dilakukan.

"Belum nanti dikabari ya," singkat Budi saat dikonfirmasi di Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (6/11/2019).

Untuk sekarang Unit Reskrim Polsek Cipayung baru menetapkan pasal yang disangkakan kepada TD, yakni pasal 490 ayat 3 KUHP.

Penerapan pasal yang termasuk tindak pidana ringan (Tipiring) tersebut berbeda dengan pasal yang awalnya disiapkan, yakni pasal 359 KUHP.

Budi menuturkan surat rekomendasi dari Kemenkumham tersebut sebagai ganti saksi ahli pidana yang diminta guna memastikan adanya unsur tindak pidana.

"Kita terima surat dari Kemenkumham sekitar akhir bulan September," ujarnya.

Ada empat poin yang disampaikan dalam surat, di antaranya menyatakan terdapat unsur tindak pidana saat TD menyuruh Yayan membuka kandang.

Halaman
1234
Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved