Hilang Usai Pamit Kerja Kelompok, Bocah 12 Tahun Kabur ke Rumah Pekerja Komidi Putar Pasar Malam

Bocah kelas 7 SMP ditemukan dengan sang kekasih seusai 3 hari menghilang, begini pengakuan sang ibu.

Tayang:
Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Rr Dewi Kartika H
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Wulan (kanan) bersama sang kekasih bernama Iti (kiri). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Siti Nawiroh

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sebelum ditemukan, seorang bocah berusia 12 tahun berinisial MW (12) sempat meninggalkan rumah sejak, Sabtu (2/11/2019) sekira pukul 11:00 WIB.

MW buat sang ibu, Nining Kurniasih gelisah karena beberapa hari tak pulang dari rumah.

Awalnya bocah kelas 7 Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu pamit ke orangtua untuk kerja kelompok.

Sebagai orangtua, Nining mengizinkan anaknya yang akan mengerjakan tugas itu.

Namun siapa sangka setelah itu MW malah tak kunjung pulang ke rumah.

"Pas pergi dari rumah waktu itu pamit mau kerja kelompok, namanya orangtua kita izinin ajalah, pas sampai malam enggak pulang-pulang saya coba wa (whatsap) bilang katanya hujan enggak bisa pulang nginep di rumah temennya," kata Nining saat ditanya TribunJakarta.com, Selasa (5/1/2019).

Hingga pada Minggu (3/11/2019), MW tak juga pulang ke rumah hingga akhirnya ia melaporkan kehilangan ke pihak kepolisian.

Mantan Preman Pengagum Nenek Iro Bawa 2 Motornya, Baim Wong Tak Curiga: Semoga Dia Enggak Apa-apa

Seusai melaporkan ke Polres Bekasi, Nining masih terus berusaha mencari sang anak, katanya ia tak bisa tidur karena MW tak kunjung pulang.

MW ditemukan

Usahanya berhasil dan sang anak ditemukan, Rabu (6/11/2019) setelah 3 hari menghilang.

Selama 3 hari, MW rupanya tinggal di kontrakan sang kekasih bernama Iti, seorang pekerja komidi putar di pasar malam Kampung Crewed, Bekasi Timur dan keluarganya.

Nining mengaku tak mengetahui MW mempunyai seorang kekasih.

Nining saat menunjukan surat laporan polisi terkait putrinya yang hilang dari rumah.
Nining saat menunjukan surat laporan polisi terkait putrinya yang hilang dari rumah. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Saya enggak tahu sama sekali (anaknya berpacaran), dari guru juga kasih jawaban, ini harus kepolisian. Soalnya ini anak serem banget bertato idungnya dianting, lidah, kupingnnya ditindik panjang begitu," paparnya.

Nining tak habis pikir, mengapa kedua orangtua kekasih anaknya membiarkan begitu saja tanpa ada itikad memulangkan.

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved