Kontroversi Anggaran DKI Jakarta

Anggap William PSI Beri Informasi Sesat Soal Anggaran, Taufiqurrahman Pertanyakan Ini: Saya Curiga

Taufiqurrahman menyebut politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana membeberkan informasi yang sesat terkait anggaran.

YouTube Mata Najwa
Taufiqurrahman menyebut politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana membeberkan informasi yang sesat terkait anggaran. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Mantan Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Taufiqurrahman menyebut politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Aditya Sarana membeberkan informasi yang sesat terkait anggaran.

Pantauan TribunJakarta.com William Aditya Sarana beberapa hari ini memang menjadi sorotan publik, pasalnya pria 23 tahun itu gencar mengkritik anggaran tak masuk akal di Kebijakan Umum Anggaran-Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020.

Taufiqurrahman juga menemukan keanehan dan keganjilan dari tindakan William Aditya tersebut.

TONTON JUGA

Hal itu dipaparkan Taufiqurrahman saat menjadi narasumber di acara Mata Najwa, pada Rabu (6/11/2019) malam.

Mulanya William Aditya Sarana menyinggung soal transparansi Pemprov DKI dalam penyusunan anggaran.

Anggota DPRD DKI Jakarta termuda itu menekankan pentingnya rencana anggaran diunggah ke website resmi milik Pemprov DKI.

Alasannya, kata William Aditya Sarana agar masyarakat DKI Jakarta mengetahui ke mana uang mereka.

"Agar masyarakat DKI Jakarta yang punya uangnya tahu penggunaan uangnya untuk apa?," kata William Aditya Sarana dikutip TribunJakarta.com dari YouTube Mata Najwa, pada Kamis (7/11/2019).

Taufiqurrahman kemudian meluruskan pernyataan William Aditya Sarana soal draf KUA-PPAS untuk APBD 2020 yang diterima bulan Juli.

Lantang Sebut Anies Baswedan Gubernur Amatiran & Alergi Transparansi, William Aditya: Saya Ultimatum

TONTON JUGA

Ia mengatakan William Aditya Sarana padahal baru dilantik menjadi anggota DPRD DKI Jakarta pada bulan Agustus.

"Pertama saya ngelurusin dulu, Bung William tadi bilang sudah terima data KUA-PPAS bulan Juli. Anda lupa, Anda dilantik jadi anggota DPRD 26 Agustus, jadi bulan Juli Anda belum jadi anggota DPRD," tegas Taufiqurrahman.

Taufiqurrahman juga mempermasalahkan soal William Aditya Sarana yang kekeh KUA-PPAS harus diunggah ke website.

Ia menganggap hal tersebut tidak terlalu penting.

Tahu Ketakutan Pemakai Cadar Terkait Usulan Menag, Sudjiwo Tedjo Buat Niqab Squad Bertepuk Tangan

"Kedua, masalah upload RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah) dan KUA-PPAS menurut saya, kalau dibilang penting enggak penting ya menurut saya juga sama. Menurut saya wajib atau tidak wajib," tutur Taufiqurrahman.

"Karena sebenarnya yang perlu diketahui oleh publik adalah RAPBD (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) yang sudah final. Itulah nanti yang akan dibahas bersama dengan DPRD DKI."

Taufiqurrahman menpertanyakan ucapan William Aditya yang menyebut warga Jakarta berhak menyisir anggaran DKI Jakarta.

Menurutnya, hanya anggota dewan yang berhak menyisir anggaran karena memiliki hak budgeting.

Dilaporkan ke BK DPRD & Terancam Pecat, William Aditya Banjir Karangan Bunga: Bentuk Dukungan Publik

"Saya bilang itu pernyataan yang sia-sia, karena warga Jakarta tidak bisa menyisir anggaran itu. Karena mereka tidak punya hak budgeting, yang punya hak budgeting itu anggota DPRD DKI dan ada forum rapat resminya untuk bagi anggota DKI menyisir anggaran itu," urai Taufiqurrahman.

"Ada rapat komisi-komisi, ada rapat banggar disitulah disisir anggaran, dikritisi sampai komponen kesatuan yang paling kecil itu bisa, hanya anggota DPR melakukan itu. Tapi publik tidak bisa ngapa-ngapain,"

"Tidak bisa, mau ngapain coba publik, emang publik punya hak budgeting?," imbuh dia.

Ia meminta William Aditya Sarana untuk tidak membuat masyarakat bingung dengan memberikan informasi soal anggaran yang menyesatkan.

Irma Suryani Usulkan Keluar dari ASN Bila Tak Patuhi Larangan Bercadar, Niqab Squad Sontak Bereaksi

"William jangan bikin publik bingung dengan misleading informasi yang Anda sampaikan," kata Taufiqurrahman.

Taufiqurrahman lantas menemukan keganjilan dari pengakuan William Aditya Sarana.

Sebelumnya William Aditya Sarana mengaku menemukan anggaran tak masuk akal di KUA-PPAS 2020 melalui website resmi Pemprof DKI Jakarta.

Taufiqurrahman mengungkapkan Kepala Bappedam Sri Mahendra, padahal menegaskan tak pernah mengunggah KUA-PPAS 2020 di website tersebut.

"Saya mau tambahkan, Anda tadi bilang Anda capture data itu dari website ya," kata Taufiqurrahman seraya menunjuk ke arah William Aditya Sarana.

Dua Sahabatnya yang Ikut Kecelakaan Tak Alami Luka, Dylan Carr Pertanyakan Ini Saat Bangun dari Koma

"Saya baca berita di tanggal 30 Oktober 2019, itu pernyataan resmi dari kepala Bappeda, Sri Mahendra,"

"Dia menyebutkan tak pernah mengunggah data KUA-PPS," imbuhnya.

Taufiqurrahman lantas mencurigai sumber data KUA-PPAS 2020 yang didapat oleh William Aditya Sarana.

"Nah ini kita enggak tahu mana yang benar?" ucap Taufiqurrahman.

Novia & Ziva Tampil Memukau di Showcase Indonesia Idol, Beda Sikap Juri Kepada Ke-2nya Diperdebatkan

"Jadi kalau Anda bilang dapat datanya resmi saya boleh curiga juga, Anda dapat datanya resmi apa enggak?"

"Karena kepala Bappedannya tidak pernah mengunggah," imbuhnya.

Sementara itu William Aditya Sarana tampak terdiam dan sibuk membenarkan kemejanya. (**)

SIMAK VIDEONYA:

Sudjiwo Tedjo Bongkar Ketakutan Pemakai Cadar Terkait Usulan Menag, Niqab Squad Kompak Tepuk Tangan

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved