Apa Hukum Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad & Beri 3 Dalil

Jika mengacu pada kalender 2019, tahun ini Maulid Nabi Muhammad 1441 Hijriah akan jatuh pada 9 November 2019.

Penulis: Kurniawati Hasjanah | Editor: Siti Nawiroh
TribunWow
Ilustrasi Berdoa 

TRIBUNJAKARTA.COM - Umat muslim sebentar lagi akan memperingati Maulid Nabi Muhamamd SAW.

Maulid Nabi merupakan peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal (berdasarkan kalender Islam).

Jika mengacu pada kalender 2019, tahun ini Maulid Nabi Muhammad 1441 Hijriah akan jatuh pada 9 November 2019.

TONTON JUGA:

Terkait merayakan Maulid Nabi masih terdapat polemik bagi sebagian kecil masyarakat.

Hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW masih beberapa dipertanyakan.

Lantas apa sebenarnya hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW?

Sederet Ucapan Maulid Nabi Muhammad SAW Sabtu 9 November 2019, Cocok Dibagikan di Media Sosial

Ustaz Abdul Somad (UAS) lantas menuturkan tiga dalil terkait merayakan Maulid Nabi.

Dalil pertama yakni Ustaz Abdul Somad menjelaskan kisah Imam Al Hafiz.

Imam Al Hafiz, lanjut UAS, hafal 300 ribu hadis yang pernah mengatakan di tanggal 10 Muharram, Allah SWT menyelamatkan Nabi Musa.

Saat itu, Bani Israil melaksanakan puasa karena Allah telah menyelamatkan Nabi Musa.

Sejak itu, setiap tanggal 10 Muharam, umat Bani Israil sampai umat muslim menjalankan ibadah puasa.

Hal tersebut dimaksudkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT.

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Daftar Sholawat Nabi (Nariyah, Al Fatih, Badriyah, Munjiyat)

UAS menegaskan, Imam Al Hafiz pernah berkata bila tradisi tradisi untuk Nabi Musa dibolehkan, maka perayaan Maulid Nabi juga demikian.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved