Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai Momentum Persatuan Bangsa
Pembina Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa, menyatakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini sebagai momentum persatuan bangsa.
Penulis: Muhammad Rizki Hidayat | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Majelis Rasulullah memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (9/11/2019).
Pembina Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa, menyatakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW ini sebagai momentum persatuan bangsa.
"Mari kita jadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW untuk sarana kesatuan dan persatuan," ujar Nabiel.
Sebab, lanjutnya, pra-pemilihan presiden dan wakil presiden RI masyarakat sempat berkelompok-kelompok.
"Kita merasa betapa beratnya bangsa ini saat perjuangan pemilu kemarin, terpecah satu sama lain. Mari kita jadikan momentum maulid nabi jadi sarana pemersatu," ucap Nabiel.
"Bangsa ini walaupun berbeda suku, agama, dan budaya tapi kita satu. kita utamakan Indonesia dibanding kelompok, dibanding perbedaan suku, perbedaan pilihan," dia menambahkan.
Artinya, kata dia, semua umat harusnya saling menghormati meskipun berbeda keyakinan.
"Kami ingin mencontohkan suasana yang santun, lembut, halus, penuh kasih sayang di antara kaum muslimin. Kami juga saling menghormati diantara warga yang berbeda agama," kata Nabil.
Menurut Nabil, acara tersebut merupakan hal yang baik guna menyampaikan pesan kedamaian.
"Jadi, kami tidak ada orasi, tapi semata-mata ingin meniru akhlaknya Nabi Muhammad SAW, yang santun, yang halus, yang lembut, kepada siapapun," kata Nabil.
Majelis Rasulullah, sambungnya, rutin mengadakan tablig akbar Nabi Muhammad SAW di Monas.
"Kami, Majelis Rasulullah, sudah tahun ke sekian sejak meninggalnya Habib Mundhir pimpinan majelis ini yang pertama, pendirinya, kami istikomah melaksanakan maulid nabi di sini," ucapnya.