Breaking News:

Pernah Janji Pulang, Cerita Namin Sang Istri Pergi Setelah Berkenalan dengan Cowok di Facebook

Hingga hari menghilangnya Erna, Namin menuturkan tak ada pertengkaran sama sekali di antara keduanya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Wahyu Aji
ISTIMEWA/Dokumentasi Pribadi
Namin, warga Jalan Bambu Petung RT 5/4, Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (10/11/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Setelah berkenalan lewat Facebook, Sutirah (35) menghilang sejak akhir bulan September lalu.

Sutirah atau biasa disapa Erna merupakan Ibu satu anak yang tinggal di Jalan Bambu Petung RT 5/4, Cipayung, Jakarta Timur.

Sejak menikah dengan Namin (44), Erna yang merupakan warga Pemalang, Jawa Tengah ini tinggal bersama keluarga suaminya.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai satu orang anak perempuan, Hilda (14) yang saat ini duduk dibangku kelas XI Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Belasan tahun menikah, Namin mengatakan tak pernah cekcok atau bertengkar dengan Erna.

Hubungan keduanya terbilang harmonis dan berjalan baik-baik saja.

Terancam Penjara 12 Tahun, Mahasiswa Makassar Jadi Tersangka Perekam di Toilet Usai 6 Bulan Beraksi

Hingga hari menghilangnya Erna, Namin menuturkan tak ada pertengkaran sama sekali di antara keduanya.

Bahkan, di hari itu, Namin yang berprofesi sebagai satpam di Puri Bumi Respati, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur masih mengantarkan sang istri pulang ke rumah mereka usai menjadi kuli cuci.

"Pokoknya pas Kamis (26/9/2019) sore itu istri saya tidak ada di rumah. Padahal paginya saya masih antar dia pulang. Kan dia kuli cuci gosok di tempat saya kerja. Kemudian saya kembali kerja lagi," jelas Namin saat ditemui di lokasi, Minggu (10/11/2019).

Ia yang tak menemukan keberadaan Erna usai pulang kerja, segera bertanya kepada keluarga dan tetangganya.

Sebab, saat diperjalanan pulang Erna mengatakan ingin pergi ke Pasar Ciracas, Jakarta Timur.

Gaji Kepala Desa vs Pendapatan Pendangdut, Kenapa Angeli Emitasari Tetap Mau Jadi Kades di Lamongan?

"Pas di jalan dia ngomong sama saya mau ke pasar. Ya saya jawab besok aja pas saya libur. Tahunya dia jalan juga karena kata tetangga saya, Erna minta pesan ojek online ke Pasar Ciracas," sambungnya.

Sutirah alias Erna
Sutirah alias Erna (ISTIMEWA/Dokumentasi Pribadi)

Tak hanya itu, Namin kembali mendapatkam informasi soal keberadaan Erna.

Baik keluarga maupun tetangganya mengatakan beberapa bulan terakhir Erna terlihat aktif berseluncur di dunia maya.

Entah itu melalui postingan maupun menggunggah fotonya melalui akun Facebook pribadinya.

Bahkan beberapa saudaranya sudah meminta Namin untuk lebih mengawasi sang istri.

"Saya enggak mengerti FB itu cara mainnya kayak apa. Istri saya juga main FB baru 7 bulan terakhir aja pas ada HP. Itu juga belinya kredit. Tapi memang kata tetangga dia dekat sama lelaki yang di FB namanya Jihan Saputra. Saya ditunjukan itu foto istri saya sama dia digabungin gitu. Dari situ saya langsung kepikiran buat cari istri ke Terminal Kampung Rambutan karena takut istri saya dibawa kabur," ungkapnya.

Masih di hari yang sama, Namin pergi seorang diri mencari keberadaan Erna di Terminal Kampung Rambutan.

Dengan bermodalkan foto Erna dan lelaki yang disebutkan, Namin mencari istri tercintanya keliling lokasi terminal.

Mulai dari pedagang, kenek bus hingga penjual makanan tak luput ia tanyakan.

"Sampai saya menemukan petunjuk. Kata beberapa orang di sana istri saya naik bus sama lelaki itu yang di FB namanya Jihan Saputra. Saya cari enggak ketemu akhirnya lapor ke kepolisian termasuk bukti foto lelaki itu juga," katanya.

Laporan kehilangan sang istri sudah ia masukan ke Polsek Cipayung, Polsek Ciracas hingga Polres Jakarta Timur.

Laporan kehilang istri dari Polsek Cipayung, Jakarta Timur
Laporan kehilang istri dari Polsek Cipayung, Jakarta Timur (ISTIMEWA/Dokumentasi Pribadi)

Namun, hingga sebulan lebih berselang, Namin mengatakan belum ada perkembangan tentang keberadaan sang istri.

"Dari kepolisian masih begitu aja belum ada kabar lagi. Makanya saya pusing juga, sakit hati juga. Ya namanya ditinggal pergi gitu aja padahal enggak ada pertengkaran apa-apa," ucapnya.

Tak Bawa Baju

Setelah pergi meninggalkan rumah, Namin segera mengecek keadaan di sekitar rumahnya.

Mulai dari isi pakaian di lemari hingga barang-barang yang di bawa oleh Erna ketika meninggalkan rumah.

Namin dapat memastikan jika sang istri tak membawa apapun di luar handphone dan sejumlah uang tunai.

"Enggak bawa apa-apa dia tuh. Saya cek lemari bajunya ada. Terus tas besar juga masih ada. Tapi hp sama uang yang saya kasih enggak ada. Dia bawa," jelasnya.

Uang yang dibawa Erna jumlahnya sekira Rp 1 juta.

Sebab sehari sebelum ia pergi, Namin gajian dan sebagian penghasilannya rutin diberikan kepada sang istri.

"Bawa dia uang karena memang kan saya abis gajian. Tapi herannya baju itu ada enggak dia bawa. Makanya enggak ada yang curiga kalau dia mau pergi jauh apalagi janjian sama laki-laki," lanjutnya.

Sementara itu, Hilda, putri semata wayang pasangan ini sempat menghubungi Ibunya ketika sore hari.

"Karena aku tahu Mama bawa hp ya aku langsung telepon. Masih diangkat tuh telepon aku. Aku tanya Mama di mana dan kapan pulang. Dia cuma bilang besok pulangnya," ungkap Hilda.

Hilda yang masih lugu, tentunya percaya apa yang dikatakan oleh Erna. Tanpa berpikir panjang ia mengatakan kepada Ayahnya untuk menunggu Ibunya sampai esok hari.

"Tapi pas besoknya Mama enggak pulang. Hilda telepon juga nomornya sudah enggak aktif. Aku sedih lah, Mama enggak ada kabarnya begini. Aku kangen," jelasnya berlinang air mata.

Hingga saat ini, baik Namin ataupun Hilda masih terus mencari keberadaan Erna.

Keduanya pun berharap agar Erna segera pulang. Bagaimana pun kondisinya, Namin dan Hilda berharap bisa berjumpa dan berkumpul bersama lagi.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved