Keluarga Penyelam WNA yang Hanyut di Sangiang Datangi RS Polri untuk Serahkan Data Antemortem
Kombes Pol Agung Widjajanto mengatakan keluarga datang usai mendapat informasi satu jasad diduga penyelam ditemukan di wilayah Lampung.
Penulis: Bima Putra | Editor: Muhammad Zulfikar
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Satu keluarga penyelam warga negara asing (WNA) yang hanyut di perairan Pulau Sangiang, Provinsi Banten mendatangi RS Polri Kramat Jati pada Senin (11/11/2019) siang.
Kabid Yandokpol RS Polri Kramat Jati Kombes Pol Agung Widjajanto mengatakan keluarga datang usai mendapat informasi satu jasad diduga penyelam ditemukan di wilayah Lampung.
"Salah satu keluarga sudah datang kita ambil datanya. Jadi tinggal menunggu dua keluarga yang lain, karena yang hilang kan informasinya ada tiga penyelam," kata Agung di RS Polri Kramat Jati, Senin (11/11/2019).
Data antemortem (sebelum kematian) diserahkan keluarga ke bagian disaster victim identification (DVI) RS Polri Kramat Jati untuk keperluan identifikasi.
Namun Agung tak dapat membeberkan identitas keluarga yang sudah datang karena bersifat rahasia dan jenazah dalam proses teridentifikasi.
"Enggak bisa saya sampaikan (identitas keluarga). Tapi tadi yang datang istri dan anaknya, pihak keluarga datang sekira pukul 14.00 WIB. Untuk data (antemortem) sudah diambil," ujarnya.
Namun data yang diserahkan tersebut belum lengkap sehingga keluarga diminta datang kembali dan melengkapi data antemortem.
Pihak keluarga diharapkan membawa barang pribadi semasa korban hidup, seperti foto, pakaian korban yang belum dicuci, sisir, dan lainnya.
Pasalnya pada barang pribadi milik korban melekat DNA yang merupakan satu dari tiga parameter identifikasi DVI yakni DNA, gigi, dan sidik jari.
"Karena mereka kan enggak paham yang harus dibawa. Untuk DNA diambil dari pipi bagian dalam, gigi dari hasil pemeriksaan gigi sebelumnya," tuturnya.
• Polisi Tak Segan Tangkap Oknum Calon Kepala Desa yang Curang pada Pilkades Tangerang 2019
• 6 Nama Bersaing Posisi Wagub DKI, Anies Baswedan Beberkan Kriteria Pendamping Idamannya
Identifikasi lewat DVI jadi satu-satunya cara karena jasad korban yang hilang pada Minggu (3/11/2019) baru ditemukan tadi pagi sekira pukul 06.15 WIB oleh nelayan di wilayah Lampung.
Agung menyebut kondisi jasad yang dibawa dari Lampung menggunakan helikopter ke Bandara Halim Perdana Kusuma sudah membusuk.
"Kondisinya sudah lebih dari enam hari, jadi sudah membusuk. Serah terima jenazahnya di Halim, dari sana dibawa ke sini menggunakan mobil," lanjut Agung.
Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati Kombes Edy Purnomo mengatakan dugaan bahwa jasad merupakan penyelam yang hilang karena baju penyelam yang digunakan.
"Saat ditemukan korban mengenakan baju penyelam, sehingga diduga penyelam WNA yang hilang. Tapi kita belum tahu identitasnya," kata Edy.
Sebagai informasi, tiga penyelam yang hanyut atas nama Tan Xuz Tao, Wan Bzng Yang, Tian Yu, dua di antaranya merupakan WN China dan satu WN Singapore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/kombes-agung-widjajanto-senin-11112019.jpg)