RSUD Tarakan Sudah Antisipasi Membludaknya Pasien Kelas III Saat Iuran BPJS Dinaikkan

Kenaikan iuran mencapai dua kali lipat yang rencananya akan dimulai pada Tahun 2020 mendatang membuat banyak masyarakat mengeluh.

RSUD Tarakan Sudah Antisipasi Membludaknya Pasien Kelas III Saat Iuran BPJS Dinaikkan
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Pasien BPJS mengantre untuk dapatkan perawatan di RSUD Tarakan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Rencana Kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diprediksi akan menjadi polemik di masyarakat.

Kenaikan iuran mencapai dua kali lipat yang rencananya akan dimulai pada Tahun 2020 mendatang membuat banyak masyarakat mengeluh.

Nantinya diprediksi akan banyak membuat masyarakat menurunkan kelas BPJS untuk menghindari tingginya pengeluaran.

Hal itu berdampak akan membludaknya pasien yang di layanan Kelas III.

Terhadap kemungkinan itu, pihak RSUD Tarakan sebagai rumah sakit yang cukup banyak menangani pasien BPJS mengaku telah siap antisipasi.

Humas RSUD Tarakan, dr Reggy Sobari mengatakan, apabila nantinya kelas III sudah penuh, maka pihaknya akan menempatkan sementara pasien di kelas lain tanpa dikenakan biaya.

"Apabila kelas III penuh. Ada SOP untuk menempatkan sementara pasien di kelas yang lain tanpa penambahan biaya," kata Reggy kepada TribunJakarta.com, Selasa (13/11/2019).

Menurut Reggy, kebijakan itu sudah sejak lama diterapkan di RSUD Tarakan.

Sebab, Reggy mengakui bahwa selama ini pasien BPJS yang berobat di RSUD Tarakan mayoritas memang berasal dari kelas III.

Halaman
123
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved